SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Chomain Wahab, menyoroti keterbatasan alat berat milik Unit Pelaksana Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPPJ) yang dinilai menjadi kendala utama dalam percepatan perbaikan infrastruktur di daerah.
Ia menilai, jumlah alat yang tersedia saat ini belum sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Sintang yang terdiri dari 14 kecamatan. Akibatnya, penanganan jalan rusak kerap mengalami antrean karena mobilisasi peralatan harus dilakukan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
“Kita ada usulkan agar ada penambahan tiga set alat UPPJ dan seingat saya alat berat itu menjadi prioritas,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut penambahan alat dinilai penting agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara efektif dan merata.
Selain mendorong penambahan alat, ia juga menyarankan pola penempatan alat berat yang ideal berdasarkan jalur wilayah. Skema ini dinilai mampu mempersingkat waktu penanganan dan menekan biaya operasional.
“Idealnya yang paling efektif itu menurut saya alat berat harus tersedia per jalur. Misalkan Kecamatan Sepauk dan Tempunak satu set,” jelasnya.
Ia merinci, Kecamatan Kelam Permai, Dedai, dan Sintang sebaiknya memiliki satu set alat berat. Selanjutnya Kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Hulu satu set, disusul Kecamatan Serawai dan Ambalau satu set. Sementara Kecamatan Binjai Hulu, Ketungau Tengah hingga Ketungau Hulu juga membutuhkan satu set peralatan.
Pola tersebut dinilai optimal karena mampu mengurangi jarak mobilisasi alat dan mempercepat respons terhadap kerusakan jalan, terutama di wilayah terpencil.
“Alat berat itu harusnya standby di daerahnya masing-masing, jadi kalau ada jalan warusak sedikit langsung ditangani dan tidak sampai sudah terlalu parah,” pungkasnya.




