SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pemahaman aparat desa dan kelurahan terhadap hukum perlindungan perempuan dan anak dinilai penting untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) mendorong peningkatan kapasitas tersebut melalui kegiatan workshop yang digelar di Aula Bappeda Sintang, Rabu 15 April 2026.
Kegiatan ini diikuti camat, lurah, dan kepala desa se-Kecamatan Sintang. Peserta diberikan pemahaman tentang perlindungan hukum, bentuk-bentuk kekerasan, serta langkah awal penanganan korban di tingkat masyarakat.
Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Dinas KBP3A Sintang, Makarina Inachulata, mengatakan peran pemerintah desa dan kelurahan sangat penting karena mereka menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
“Tujuan kami adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang perlindungan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih ditemukan di Sintang. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 60 korban yang melapor ke UPTD PPA. Sementara hingga April 2026, sudah ada 6 laporan yang masuk.
“Ini menunjukkan bahwa kasus masih ada, sehingga perlu kesiapan semua pihak, terutama di tingkat desa dan kelurahan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kasus di lapangan. Selain itu, mereka juga diajarkan cara memberikan respon awal dan pendampingan kepada korban.
“Kami berharap peserta bisa mengidentifikasi bentuk kekerasan dan mengetahui langkah pencegahannya,” jelasnya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, kelurahan, dan instansi terkait dalam penanganan kasus kekerasan. Sinergi antar pihak dinilai penting agar korban mendapatkan perlindungan yang lebih baik.
“Harapan kami ada tindak lanjut di tingkat desa dan kelurahan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak,” pungkasnya.


