Kantor Camat Ketungau Tengah Disegel, Sekcam: Masyarakat Minta Kami Layani Dari Rumah

oleh
Markarius

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Kantor Camat Ketungau Tengah di Kabupaten Sintang disegel warga sejak Senin 13 April 2026. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap mangkraknya pembangunan Jembatan Ketungau II yang sudah hampir satu dekade belum tuntas. Meski kantor disegel, pelayanan pemerintahan tetap berjalan terbatas dari rumah pegawai.

Sekretaris Camat Ketungau Tengah, Markarius mengatakan warga meminta agar pelayanan administrasi tetap dilakukan meski kantor tidak bisa digunakan. Kondisi itu membuat pihak kecamatan harus menyesuaikan pelayanan sehari-hari.

“Kami diminta mereka melayani dari rumah. Sepanjang orang datang ke rumah saya, ya saya tanda tangani surat-suratnya,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, pelayanan yang dilakukan dari rumah tidak terlalu padat seperti di kantor. Namun urusan administrasi tetap berjalan, terutama untuk kebutuhan mendesak masyarakat. Sementara itu, layanan berbasis online masih dapat dilakukan seperti biasa.

“Kalau pengajuan APBDES dan lain-lain itu sudah lewat sistem online,” katanya.

Makarius mengakui kondisi penyegelan membuat aktivitas kantor tidak berjalan normal. Namun pihaknya tetap berupaya menjaga pelayanan agar masyarakat tidak dirugikan.

Hingga kini, penyegelan kantor camat masih berlangsung. Makarius menyebut belum ada kepastian waktu pembukaan segel karena proses negosiasi dengan warga masih berjalan.

“Saya juga bingung karena sebenarnya tuntutan mereka itu sudah dipenuhi oleh bupati,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya sudah menyetujui sebagian tuntutan masyarakat terkait pembangunan jembatan. Bahkan beberapa tahap pekerjaan sudah mulai berjalan, termasuk pengadaan material.

“Sekarang sudah ada komitmen, material juga sudah mulai disiapkan untuk pekerjaan,” katanya.

Rencana pembangunan yang dibahas termasuk titian penghubung yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut. Namun proses teknis masih membutuhkan waktu karena bahan yang digunakan harus sesuai standar.

Makarius menambahkan, pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan warga agar kesepakatan bisa segera dicapai dan segel dibuka kembali.

“Jadi kami masih negosiasi supaya aktivitas kantor bisa normal lagi,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.