SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, membuka peluang pengembangan program peternakan ayam petelur sebagai salah satu upaya mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Ia mengajak warga mendiskusikan pola pelaksanaan program tersebut, baik melalui kelompok maupun masing-masing rumah tangga.
Hal itu disampaikan Rumpak saat menggelar reses bersama masyarakat di Aula CU Keling Kumang (CUKK), Kabupaten Sintang, Kamis (29/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rumpak menyampaikan bahwa program ayam petelur bisa menjadi salah satu kegiatan yang dirancang untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha produktif.
Menurutnya, pelaksanaan program perlu dibicarakan secara matang, terutama mengenai pola penerima bantuan. Ia mempertanyakan apakah program lebih tepat diberikan kepada kelompok masyarakat atau setiap rumah tangga.
“Kalau program ayam bertelur ini, bagaimana caranya supaya bisa berjalan dengan baik. Apakah kelompoknya dibuat satu kelompok atau masing-masing rumah bisa mengelola sendiri,” kata Rumpak.
Ia menyebutkan, salah satu gambaran yang bisa didiskusikan adalah pemeliharaan sekitar 24 hingga 30 ekor ayam petelur untuk setiap rumah tangga. Namun, jumlah tersebut masih sebatas gagasan yang perlu dibahas lebih lanjut bersama masyarakat.
Rumpak juga mengingatkan bahwa apabila program dijalankan melalui kelompok, penerimanya harus memiliki organisasi yang jelas dan memenuhi persyaratan administrasi.
“Bisa saja kita membuat satu kelompok, tetapi harus benar kelompoknya, jelas berada di mana dan harus ada yang memenuhi persyaratan administrasinya,” ujarnya.
Menurut Rumpak, kejelasan kelompok dan pengurus menjadi bagian penting agar program dapat dikelola dengan baik. Karena itu, ia ingin mendengar masukan masyarakat sebelum menentukan pola yang paling sesuai.
Legislator PDIP ini berharap gagasan peternakan ayam petelur tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi warga.
Rumpak menegaskan, pola pelaksanaan program masih perlu didiskusikan bersama agar sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.
“Ini mau kita diskusikan lebih detail dengan kawan-kawan. Bagaimana modelnya, apakah melalui kelompok atau masing-masing rumah tangga, itu yang perlu kita rancang bersama,” kata Rumpak.







