211 Desa di Sintang Belum ODF, Kartiyus Dorong Kader Keluarga Perkuat Peran

oleh

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Sebanyak 211 desa di Kabupaten Sintang masih belum mencapai status Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan. Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong desa-desa memenuhi target tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan ketahanan keluarga.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus saat membuka Jambore Kader Bina Keluarga Balita dan Kader Bina Keluarga Remaja Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Aula Cadika Sintang, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Sintang Edy Harmaeni beserta jajaran, serta para peserta jambore.

Dalam sambutannya, Kartiyus menyebutkan sebanyak 180 desa di Sintang telah berstatus ODF, sedangkan 211 desa lainnya masih perlu didorong untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Dia menegaskan, deklarasi ODF tidak boleh dilakukan sembarangan. Desa yang akan mendeklarasikan status tersebut harus melalui proses verifikasi dari Dinas Kesehatan.

“Sudah 180 desa sudah ODF, sisa 211 lagi yang belum. Desa yang mau ODF juga sudah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan, dan kita tidak sembarangan melakukan deklarasi ODF,” kata Kartiyus.

Selain persoalan sanitasi, jambore tersebut juga menjadi sarana memperkuat peran kader dalam membangun ketahanan keluarga, terutama dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja.

Kartiyus mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Kualitas pengasuhan, keharmonisan, dan ketahanan keluarga dinilai berpengaruh terhadap perkembangan generasi mendatang.

Pemkab Sintang, lanjutnya, juga mendorong penguatan program Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia atau yang dikenal sebagai program Tribina.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta anggota keluarga dalam mendampingi perkembangan anak, baik dari aspek fisik, kecerdasan, emosional, maupun sosial.

Melalui jambore ini, para kader diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan saat memberikan edukasi kepada keluarga di wilayah masing-masing.

Kartiyus menegaskan kader memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan manusia sejak lingkungan keluarga.

“Tugas para kader sekalian adalah tugas yang mulia dalam mewujudkan ketahanan keluarga di wilayahnya masing-masing. Minimal dimulai dari dalam keluarga kita sendiri dan menjadi contoh atau role model di tengah-tengah masyarakat,” tutup Kartiyus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.