SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Sintang punya kesempatan mengenal lebih dekat budaya daerah melalui Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya. Pameran ini berlangsung hingga Jumat, 16 Oktober 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mengajak generasi muda memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat, mempelajari, sekaligus ikut menjaga warisan budaya lokal.
Ajakan itu disampaikan Kartiyus saat menghadiri pembukaan pameran di Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Putussibau Kilometer 14, Senin (12/10/2026).
Menurut Kartiyus, mengenal budaya daerah tidak cukup hanya melalui buku pelajaran atau cerita. Generasi muda perlu mengetahui secara langsung tradisi yang tumbuh dan diwariskan oleh masyarakat Sintang.
“Ayo, anak-anak muda Sintang. Kebetulan kita melaksanakan pameran di sini sampai tanggal 16 Oktober 2026. Silakan datang untuk mempelajari, melihat, bahkan mengabadikan dan ikut melestarikan budaya kita, terutama budaya-budaya tak benda,” kata Kartiyus.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang telah berupaya mendapatkan pengakuan negara terhadap warisan budaya tak benda sejak 2018. Hingga kini, sebanyak 11 warisan budaya Sintang telah diakui negara.
Pemerintah daerah berharap jumlah tersebut terus bertambah melalui pendataan dan kajian terhadap tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.
“Kabupaten Sintang sudah berusaha mengurus pengakuan negara terhadap budaya tak benda sejak 2018. Sampai sekarang, sudah ada 11 budaya tak benda yang diakui negara. Mudah-mudahan jumlah ini terus bertambah,” ujarnya.
Kartiyus menilai, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mendapatkan pengakuan resmi. Masyarakat juga perlu mengenal makna dan praktik budaya agar warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Keberadaan Museum Kapuas Raya pun diharapkan menjadi sarana belajar bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengenal sejarah serta kebudayaan daerah.
Karena itu, Kartiyus kembali mengajak generasi muda datang sebelum pameran berakhir pada 16 Oktober 2026.
“Mari kita kenali budaya kita, bangga terhadap warisan leluhur, dan bersama-sama menjaga agar budaya Kabupaten Sintang tetap lestari,” ajaknya.





