SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, resmi mendeklarasikan diri sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Deklarasi ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digelar pada Kamis, 16 April 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Haryono Linoh, menyebut deklarasi tersebut merupakan tonggak penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada pilar pertama STBM.
“Deklarasi ODF ini merupakan tonggak penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya stop buang air besar sembarangan,” kata Haryono.
Ia menjelaskan, keberhasilan Desa Nanga Sepauk tidak terlepas dari perubahan perilaku masyarakat yang mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Menurutnya, penetapan status ODF dilakukan setelah melalui proses verifikasi yang melibatkan tim dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga pihak Wahana Visi Indonesia. Hasil verifikasi menunjukkan desa tersebut telah memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan.
“Berdasarkan hasil verifikasi, Desa Nanga Sepauk telah memenuhi kriteria ODF,” jelasnya.
Ia merinci, seluruh rumah tangga di desa tersebut telah memiliki akses terhadap fasilitas WC yang layak. Selain itu, tidak ditemukan lagi praktik buang air besar sembarangan di lingkungan masyarakat.
“Seluruh rumah tangga telah memiliki akses terhadap WC dan tidak ditemukan praktik buang air besar sembarangan,” katanya.
Ketersediaan sarana pendukung sanitasi juga dinilai sudah memadai, sehingga mendukung keberlanjutan perilaku hidup bersih di masyarakat.
“Selain itu, sarana pendukung sanitasi juga sudah tersedia dengan baik,” tambahnya.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Sintang untuk menerapkan pola hidup sehat melalui program STBM.
“Harapan kita desa lain bisa mengikuti, sehingga kesehatan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.







