SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pengalaman turun langsung ke masyarakat membuat Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, semakin yakin bahwa data kemiskinan harus benar-benar berasal dari desa. Karena itu, ia meminta seluruh camat, lurah, dan kepala desa di Kabupaten Sintang segera mendata warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Permintaan tegas ini disampaikan Ronny saat memimpin Rapat Koordinasi Program Ketahanan Pangan Jagung di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa, 27 Januari 2026. Di hadapan para camat dan OPD terkait, ia berbicara terbuka tentang temuan-temuan yang pernah ia lihat sendiri di lapangan.
“Saya pernah temukan warga yang rumahnya sudah hampir roboh, orang tuanya SDM rendah, anaknya penyandang disabilitas, tapi tidak pernah dapat bantuan. Sementara di sebelahnya ada yang dapat bantuan,” ungkapnya.
Menurut Ronny, data kemiskinan tidak cukup hanya angka. Pemerintah perlu tahu siapa warganya, di mana mereka tinggal, dan apa penyebab utama mereka hidup miskin. Ia menyebutkan beberapa faktor dominan, seperti disabilitas, penyakit kronis, pasca stroke, TBC, hingga kondisi keluarga dengan penghasilan minim dan tanggungan besar.
Ia menegaskan bahwa masyarakat dengan kondisi tersebut harus menjadi prioritas utama penerima bantuan pemerintah. Bantuan bisa berupa BLT, PKH, maupun dukungan anggaran langsung dari Pemerintah Kabupaten Sintang.
Ronny juga mengingatkan bahwa berdasarkan data BPS, masyarakat yang masuk kategori miskin di Sintang memiliki penghasilan di bawah Rp700 ribu per bulan. Namun, tanpa data desa yang akurat, bantuan berpotensi tidak tepat sasaran.
Ia menargetkan proses pendataan ini selesai paling lambat April 2026. Setelah itu, pemerintah daerah akan duduk bersama untuk merumuskan solusi nyata bagi warga miskin.
“Saya mau tidak ada satu pun warga miskin di Sintang yang tidak kita perhatikan. Data harus beres dulu, baru solusi kita jalankan,” pungkasnya.






