SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Kasus gigitan anjing di Kabupaten Sintang masih terjadi dan perlu perhatian serius dari masyarakat. Dinas Kesehatan mencatat hingga saat ini sudah ada 256 kasus gigitan hewan penular rabies yang ditangani oleh tenaga kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Haryono Linoh, mengingatkan warga agar tidak menunda penanganan saat mengalami gigitan.
“Kalau terjadi gigitan, segera bersihkan luka dan langsung ke puskesmas atau layanan kesehatan supaya bisa diberikan vaksin anti rabies,” ujarnya di DPRD Sintang pada Jumat 27 Maret 2026 kemarin.
Ia menjelaskan, langkah awal seperti mencuci luka sangat penting untuk mengurangi risiko penularan. Setelah itu, korban harus segera mendapatkan penanganan medis agar bisa diberikan vaksin.
Dari total kasus yang ada, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia karena diduga suspek rabies. Meski begitu, hingga saat ini tidak ada tambahan korban jiwa.
“Tambahan korban jiwa belum ada, dan kita harapkan tidak ada lagi ke depan,” katanya.
Ia menilai kesadaran masyarakat mulai meningkat, terlihat dari banyaknya kasus yang langsung ditangani oleh fasilitas kesehatan. Semua korban gigitan telah mendapatkan vaksin anti rabies sebagai langkah pencegahan.
“Sampai saat ini semua kasus ditindaklanjuti dengan pemberian vaksin anti rabies, sehingga diharapkan aman,” jelasnya.
Selain itu, ketersediaan vaksin anti rabies di Kabupaten Sintang juga masih mencukupi. Stok vaksin tersedia di dinas kesehatan maupun puskesmas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.
“Stok vaksin masih aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan agar warga tidak menganggap sepele gigitan hewan. Penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih serius.
“Segera tangani dan jangan ditunda, itu penting untuk keselamatan,” pungkasnya.






