Museum Kapuas Raya Sintang Gelar Pameran Budaya, Ada 3 Lomba Menarik

oleh

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Museum Kapuas Raya Sintang menggelar Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Oktober 2026. Selain mengenalkan kekayaan budaya lokal, kegiatan ini juga diramaikan tiga perlombaan yang melibatkan masyarakat.

Pameran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang ini berlokasi di Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Pontianak Kilometer 14. Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Museum Nasional sekaligus ulang tahun ke-18 Museum Kapuas Raya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Herkolanus Roni mengatakan, pameran ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat, terutama generasi muda, dengan warisan budaya daerah.

Menurutnya, kekayaan budaya Sintang bukan hanya berupa benda yang dapat dilihat di museum, tetapi juga mencakup tradisi, bahasa, seni, upacara adat, keterampilan, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Warisan budaya tak benda merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat. Oleh karena itu, keberadaannya perlu terus diperkenalkan, dilestarikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda,” kata Herkolanus Roni.

Salah satu kekayaan budaya yang mendapat perhatian dalam pameran tahun ini adalah kain tating, yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Herkolanus menjelaskan, pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk melihat dan mengenal budaya, tetapi juga ruang edukasi, kreativitas, serta partisipasi masyarakat.

Menariknya, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai perlombaan yang digelar di panggung utama selama pameran berlangsung.

Pada Selasa (13/10/2026), digelar lomba memasak masakan tradisional. Kegiatan dilanjutkan dengan lomba drama cerita rakyat Sintang pada Rabu (14/10/2026), kemudian lomba tari kreasi tradisional pada Kamis (15/10/2026).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin mengenal budaya lokal sekaligus terdorong untuk melestarikannya.

Pameran ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, terutama di bidang tekstil, fesyen, dan seni pertunjukan.

Herkolanus menegaskan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan masyarakat agar tradisi lokal tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.