Siti Musrikah : Waterfront Sintang Dulu Pernah Kami Tertibkan

oleh
Siti Musrikah

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Kawasan Waterfront Sintang yang seharusnya menjadi ruang publik kini dinilai semakin semrawut. Area yang dirancang untuk tempat bersantai dan berolahraga masyarakat justru dipenuhi aktivitas perdagangan yang tidak pada tempatnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sintang, Siti Musrikah, mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditertibkan agar fungsi waterfront bisa kembali seperti semula. Ia menyebut kawasan itu sejak awal tidak diperuntukkan sebagai lokasi berjualan.

“Waterfront itu ruang publik yang harusnya nyaman untuk masyarakat, tapi sekarang banyak dipakai untuk berdagang,” ujar Siti Musrikah di DPRD Sintang, Jumat 27 Maret

Ia mengingatkan, saat dirinya masih menjabat sebagai Kasatpol PP, penertiban pedagang di kawasan itu pernah dilakukan. Hasilnya, area sempat tertata rapi karena pedagang tidak lagi berjualan di lokasi terlarang.

“Aturan sudah jelas, pedagang tidak diperbolehkan berjualan di sana karena bukan tempatnya. Waterfront dibuat bukan untuk berdagang,” katanya.

Namun, kondisi tersebut kini kembali berubah. Pedagang mulai memadati area yang seharusnya digunakan masyarakat untuk beraktivitas seperti berjalan santai dan berolahraga.

Siti Musrikah juga menyoroti adanya dugaan praktik pungutan oleh oknum tertentu. Berdasarkan informasi yang diterima, para pedagang tidak menyetor biaya kepada pemerintah daerah, melainkan kepada pihak yang tidak berwenang.

“Kami mendapat informasi pedagang tidak membayar ke pemerintah daerah, tetapi ke oknum yang memberi izin berjualan di sana,” ungkapnya.

Padahal, pemerintah telah menyediakan lapak khusus untuk pedagang. Sayangnya, fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Lapak sudah ada, tapi tidak ditempati. Pedagang justru memilih berjualan di area waterfront,” jelasnya.

Ia menilai kondisi ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak fungsi utama waterfront sebagai ruang publik. Jika dibiarkan, kenyamanan masyarakat akan semakin terganggu.

“Perdagangan di sana jelas merusak fungsi waterfront sebagai ruang publik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.