SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Kondisi pengelolaan sampah dan lingkungan di Kabupaten Sintang masih menjadi perhatian serius. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sintang, Siti Musrikah, menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga ancaman kerusakan lingkungan.
Menurutnya, salah satu kendala utama saat ini adalah akses jalan menuju TPA yang belum memadai dan sempat mendapatkan sanksi dalam beberapa tahun terakhir.
“Masalah terbesar kami memang pada jalan masuk TPA yang harus segera dibenahi,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Selain itu, penataan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga masih perlu ditingkatkan agar tidak terkesan kumuh dan mengganggu lingkungan sekitar.
“Kami mulai membenahi TPS supaya tidak berantakan. Bahkan ada yang kita ubah jadi taman kecil,” katanya.
Ia menekankan bahwa perbaikan lingkungan tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Inovasi sederhana dapat dilakukan, seperti menanam tanaman hias di sekitar TPS.
“Tidak harus mahal, yang penting ada kemauan untuk memperbaiki,” ucapnya.
Lebih jauh, Siti mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk mencegah bencana di masa depan. Ia menyinggung banjir besar yang terjadi pada tahun 2021 sebagai pelajaran penting.
“Jangan sampai kejadian seperti itu terulang kembali. Kita harus mulai sadar menjaga lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi hutan di beberapa daerah yang mulai mengalami kerusakan, yang berpotensi memicu bencana.
“Kalau hutan rusak, dampaknya pasti ke kita semua,” katanya.
Melalui berbagai upaya tersebut, DLH Sintang berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.
“Kita mulai dari hal kecil, tapi dampaknya bisa besar untuk masa depan,” pungkasnya.







