SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus menegaskan persoalan ekonomi keluarga tidak hanya berdampak pada kesejahteraan rumah tangga, tetapi juga berpotensi memicu stunting, putus sekolah hingga kekerasan dalam rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Kartiyus saat membuka Sosialisasi Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Aula Bappeda Sintang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang itu diikuti organisasi wanita dan Forum Anak Kabupaten Sintang.
Menurut Kartiyus, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah karena kualitas generasi masa depan sangat ditentukan dari kondisi keluarga saat ini.
“Keluarga adalah pilar utama pembangunan bangsa. Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana keluarga mengasuh, mendidik dan melindungi anak-anaknya,” katanya.
Namun, ia mengingatkan ketahanan keluarga sering terganggu akibat persoalan ekonomi yang belum stabil.
“Ketika perekonomian keluarga rapuh, implikasinya bisa sangat luas. Angka putus sekolah meningkat, pemenuhan gizi anak terancam dan berpotensi memicu stunting hingga potensi kekerasan dalam rumah tangga dapat meningkat,” tegas Kartiyus.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi keluarga sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang membaik akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan anak, kesehatan keluarga hingga keharmonisan rumah tangga.
“Peningkatan ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kesejahteraan perempuan dan anak,” ujarnya.
Kartiyus berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketahanan keluarga sekaligus mendorong perempuan lebih mandiri secara ekonomi.
Selain itu, sosialisasi juga diharapkan mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan, stunting, perkawinan anak dan kekerasan terhadap perempuan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, Iwan Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Keluarga Cerdas, Ekonomi Tuntas” dengan melibatkan 40 peserta dari PKK, organisasi wanita dan Forum Anak Kabupaten Sintang.
“Mari kita jadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam membangun karakter, pendidikan dan kesejahteraan generasi masa depan,” tutup Kartiyus.





