SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih stabil dan stok dinilai aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi menyampaikan bahwa pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar.
“Hasil pemantauan kami per 12 Maret 2026 menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih stabil. Beras premium dan beras medium stabil, gula pasir stabil, minyak goreng stabil, tepung terigu stabil, telur stabil, serta berbagai kebutuhan lainnya juga masih berada pada kondisi yang aman,” kata Subendi, Jumat Maret 2026 kemarin.
Data dari Dinas Perindakop UKM Kabupaten Sintang juga mencatat beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Daging murni tercatat turun sekitar 3,13 persen dari harga Rp170 ribu menjadi Rp165 ribu per kilogram. Kentang juga mengalami penurunan sekitar 1 persen.
“Beberapa komoditas memang mengalami sedikit penurunan harga. Daging murni turun dari Rp170 ribu menjadi Rp165 ribu per kilogram. Bawang merah juga turun, bawang bombay turun, serta kentang juga turun sekitar 1 persen,” jelas Subendi.
Sebagian besar komoditas lain seperti susu kental manis, garam, kacang kedelai, mi instan, ikan asin teri, ikan segar, jagung, tahu, tempe, udang sedang, pisang ambon dan jeruk masih stabil di pasaran. Cabai secara umum stabil, meskipun cabai rawit hijau mengalami sedikit kenaikan harga.
Subendi memastikan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sintang masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan bahwa stok bahan pokok di Kabupaten Sintang masih aman. Masyarakat tidak perlu panik atau menimbun bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Belanja saja sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Komunikasi juga terus dilakukan bersama distributor dan pedagang agar harga tetap terjaga. Pengawasan pasar tetap dilakukan untuk menghindari adanya praktik penimbunan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar.
“Kami sudah berkomunikasi dengan para distributor dan pedagang agar bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Operasi pasar juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan,” kata Subendi.
Ia juga mengingatkan para pedagang agar tidak memanfaatkan momentum hari raya untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami mengimbau para pedagang agar tidak menimbun barang dan tetap menjual sesuai harga yang wajar. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan pasar,” pungkasnya.





