SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Upaya melestarikan budaya lokal di Kabupaten Sintang terus dilakukan melalui berbagai kegiatan. Salah satunya dengan peluncuran Sekolah Budaya Kain Pantang yang digagas oleh Yayasan Rumah Belajar Kain Pantang.
Peluncuran sekolah budaya ini dibuka secara resmi melalui Zoom oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora pada Sabtu 7 Maret 2026 kemarin.
Peresmian ditandai dengan pembukaan tirai oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang Hermina Bala bersama Kepala Stasiun RRI Sintang.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Sintang, kalangan akademisi, guru, serta para siswa dari SMP Negeri 1 Sintang dan SMK Kartini Sintang.
Plh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Bidang Kebudayaan, Matius Pahan, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah positif untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda.
“Kami berharap sekolah budaya ini dapat menjadi ruang belajar bagi anak-anak muda agar mereka lebih mengenal budaya daerah dan ikut menjaganya,” kata Matius Pahan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sintang, Subendi, juga memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pengembangan ekonomi kreatif.
“Budaya daerah seperti kain pantang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Ini bisa menjadi peluang usaha sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Sintang,” ujar Subendi.
Pendiri Kain Pantang Sintang, Hetty, menjelaskan bahwa Sekolah Budaya Kain Pantang tidak hanya mempelajari tenun, tetapi juga berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan budaya dan kreativitas.
Ia mengatakan para peserta nantinya akan belajar berbagai hal seperti kuliner lokal, karya ilmiah, produk fashion, serta pengenalan kekayaan intelektual.
“Kami ingin generasi muda mengenal budaya daerah sekaligus memiliki keterampilan yang bisa membuka peluang usaha di masa depan,” kata Hetty.






