SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pembangunan ruas jalan Pauh Desa–Umin Jaya di Kabupaten Sintang mulai membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Jalan yang selama ini dikenal licin dan berlumpur saat musim hujan itu kini perlahan mulai diperbaiki melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Hingga saat ini, sekitar empat kilometer ruas jalan tersebut sudah dikerjakan. Namun masih terdapat kurang lebih lima kilometer lagi yang ditargetkan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut pada Sabtu (7/3/2026), menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program Inpres Jalan Daerah tahun 2025 yang akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026.
“Ruas jalan ini adalah pekerjaan Inpres Jalan Daerah tahun 2025 dan akan kita lanjutkan kembali pada tahun 2026. Kita ingin akses jalan ini benar-benar selesai sehingga masyarakat bisa menikmati jalan yang layak dan mobilitas menjadi lebih lancar,” kata Lasarus saat berada di lokasi.
Menurutnya, pembangunan jalan di wilayah pedesaan sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses jalan yang baik, distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah dan biaya transportasi warga dapat ditekan.
Kepala Desa Pauh Desa, Hermanus Biyok, yang mendampingi peninjauan tersebut mengatakan bahwa jalan yang menghubungkan Desa Pauh Desa dengan Desa Umin Jaya merupakan jalur vital bagi masyarakat setempat.
Selama ini, warga harus menghadapi kondisi jalan tanah yang kerap sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
“Kami masyarakat Desa Pauh Desa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Bapak Lasarus yang terus memperjuangkan pembangunan jalan ini. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi akses utama menuju kecamatan, membawa hasil pertanian, serta mengakses layanan kesehatan dan pendidikan,” ujar Hermanus Biyok.
Ia menjelaskan, ketika hujan turun, jalan tersebut sering berubah menjadi lumpur tebal sehingga kendaraan kerap terjebak dan tidak dapat melintas.
“Kalau musim hujan, jalan ini sangat sulit dilalui. Kendaraan sering terjebak lumpur dan kadang tidak bisa lewat sama sekali. Karena itu masyarakat sangat berharap pembangunan jalan ini bisa terus dilanjutkan sampai selesai,” tambahnya.
Harapan serupa disampaikan warga Desa Pauh Desa, Paskalis Lajan. Ia mengaku masyarakat mulai merasakan perubahan sejak pembangunan jalan tersebut dimulai.
“Kami sangat senang karena jalan ini terus dikerjakan. Dulu kalau musim hujan sangat sulit lewat, tapi sekarang sudah mulai bagus. Kami berharap pembangunan ini bisa dilanjutkan sampai selesai supaya masyarakat lebih mudah membawa hasil kebun dan bepergian,” ujarnya.
Jika pembangunan ruas jalan Pauh Desa–Umin Jaya dapat diselesaikan seluruhnya, masyarakat meyakini konektivitas antar desa di wilayah tersebut akan semakin baik. Akses yang lebih lancar juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga di kawasan pedalaman Kabupaten Sintang.




