WVI Akhiri Program 12 Tahun di Sintang, Tinggalkan 14 Perdes Perlindungan Anak

oleh

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Sintang resmi mengakhiri programnya di Kabupaten Sintang setelah sekitar 12 tahun mendampingi masyarakat. Penutupan program dilakukan di Aula Hotel My Home Sintang, Kamis (6/8/2026).

Meski menjadi akhir program, WVI menyebut sejumlah capaian telah ditinggalkan untuk menjadi modal bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan yang berpihak pada anak.

Program Director Wahana Visi Indonesia, Eben Ezer Sembiring, mengatakan WVI mulai hadir di Sintang sejak 2013. Selama lebih dari satu dekade, pihaknya bekerja bersama pemerintah daerah, kecamatan, desa dan masyarakat di wilayah dampingan.

“Kami hadir di Sintang sejak tahun 2013, sudah berjalan bersama dengan masyarakat, pemerintah Kabupaten Sintang, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dari dua kecamatan dan desa dampingan,” kata Eben.

Menurutnya, berbagai program diarahkan untuk memastikan anak dapat hidup sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, terlindungi dari kekerasan serta tumbuh di lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.

Selama menjalankan program, WVI mencatat sejumlah capaian. Di antaranya terbentuk 10 kelompok kebun gizi yang turut mendukung ketahanan pangan bagi anak balita di wilayah dampingan.

Selain itu, tiga desa telah memiliki komite air dan 11 desa dampingan mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan.

Di bidang perlindungan anak, sebanyak 14 peraturan desa tentang perlindungan anak telah disahkan. Program tersebut juga melahirkan sembilan kelompok perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

WVI juga mencatat terbentuknya 15 kelompok pendukung orang tua di 11 desa, tujuh forum anak di tingkat desa serta satu forum anak di tingkat kecamatan.

“Ini semua kita capai karena kerja sama dan kolaborasi,” ujar Eben.

Ia mengatakan berakhirnya program bukan berarti upaya perlindungan anak berhenti. Menurutnya, berbagai fondasi yang telah dibangun diharapkan dapat dilanjutkan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Penutupan program ini bukanlah akhir dari perubahan. Sebaliknya ini merupakan proses transisi menuju pembangunan oleh kepemimpinan masyarakat dan pemerintah daerah yang semakin kuat,” jelasnya.

Eben menilai masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Namun, ia optimistis berbagai kapasitas yang telah tumbuh selama 12 tahun dapat menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan program.

“Wahana Visi Indonesia percaya bahwa setiap anak memiliki nilai, potensi dan masa depan yang harus dijaga. Ketika kita menempatkan anak sebagai pembangunan sesungguhnya, kita sedang membangun masa depan kabupaten kita yang sejahtera,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.