SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang gerak pembangunan, Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, justru berhasil membangun sebuah galeri seni. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tetap bisa diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat.
Gedung Galeri Seni Desa Benua Kencana diresmikan Gregorius pada Selasa (14/7/2026). Peresmian itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, anggota DPRD daerah pemilihan Sepauk-Tempunak, kepala organisasi perangkat daerah, Camat Tempunak, Forkopimcam, Kepala Desa Benua Kencana, serta masyarakat setempat.
Bupati mengapresiasi kepala desa beserta masyarakat yang mampu menghadirkan fasilitas pelestarian budaya meski pemerintah sedang menghadapi pemangkasan anggaran.
Menurutnya, capaian tersebut layak menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sintang untuk tetap berinovasi dan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Selain meresmikan galeri seni, Bupati Bala juga menerima berbagai aspirasi dari pemerintah desa. Ia memastikan seluruh usulan yang disampaikan telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun pemerintah pusat.
Di sektor infrastruktur, Bala mengatakan pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) agar penanganan jalan menuju Desa Benua Kencana dapat dilakukan secara bertahap.
Ia mengungkapkan keberhasilan pemeliharaan jalan selama ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang menyediakan material. Sebab, UPJJ hanya memiliki peralatan dan anggaran operasional tanpa dukungan anggaran untuk pembelian material.
Namun, perhatian utama Bala tertuju pada fungsi Galeri Seni Desa Benua Kencana sebagai ruang menjaga identitas budaya Dayak. Ia berharap bangunan tersebut menjadi tempat generasi muda mempelajari seni anyaman, seni ukir, seni jampi, hingga seni bekana yang mulai jarang dikenal.
Menurutnya, berbagai warisan budaya tersebut harus mulai diajarkan kepada pelajar agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Peresmian galeri ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sintang sebagai simbol dimulainya pemanfaatan gedung tersebut.
“Saya tidak ingin seni seperti bekana atau jampi tenggelam. Jangan malu untuk menjaga seni budaya Dayak,” kata Bala.





