SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengimbau masyarakat agar segera datang ke fasilitas kesehatan jika mengalami gigitan hewan yang diduga membawa rabies. Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya kasus gigitan hewan di daerah tersebut.
Hingga 4 Maret 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mencatat sudah ada 196 kasus gigitan hewan penular rabies. Jumlah tersebut terus bertambah setiap minggu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Haryono Linoh mengatakan pertambahan kasus gigitan hewan masih terjadi secara rutin.
“Untuk kasus gigitan hewan penular rabies ini, per 4 Maret ini sudah berjumlah 196 kasus, hampir mencapai 200. Pertambahan per minggu itu sekitar 20 sampai 25 kasus, jadi lumayan banyak,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026 kemarin.
Ia menyebutkan, kasus gigitan hewan penular rabies tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Namun tiga wilayah yang mencatat kasus tertinggi saat ini adalah Kecamatan Tempunak, Sepauk dan Kecamatan Sintang.
“Per kecamatan yang banyak itu di Tempunak, kemudian Sepauk dan Kecamatan Sintang. Itu nomor satu, dua dan tiga yang terbanyak,” katanya.
Menurutnya, tingginya jumlah kasus gigitan hewan memang menjadi perhatian. Namun ia juga mengapresiasi masyarakat yang mulai sadar untuk segera mencari pengobatan setelah mengalami gigitan hewan.
“Kondisinya memang memprihatinkan karena kasus gigitan cukup tinggi. Cuma saya juga berterima kasih kepada masyarakat, karena sekarang masyarakat sudah mulai sadar. Kalau tergigit hewan yang diduga pembawa rabies, mereka langsung menindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini sudah banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan luka dan vaksinasi anti rabies.
“Sudah banyak juga masyarakat yang datang untuk melakukan FAR, mendapatkan vaksinasi anti rabies dan penanganan luka. Penanganan luka sendiri juga sudah cukup baik,” tambahnya.
Meski begitu, pihaknya masih menemukan beberapa warga yang belum segera datang berobat setelah mengalami gigitan hewan. Karena itu ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak takut untuk memeriksakan diri.
“Masih ada beberapa orang yang takut atau ragu datang. Jadi diharapkan jangan takut untuk datang meminta vaksinasi anti rabies, gratis kok,” ujarnya.






