SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- UPTD Puskesmas Nanga Tebidah Kecamatan Kayan Hulu terus memperkuat penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang melalui strategi jemput bola. Upaya ini dilakukan karena beberapa kecamatan di Sintang seperti Sepauk, Serawai, Sintang, termasuk Kayan Hulu masih mencatat angka kasus TBC yang cukup tinggi.
Kepala UPTD Puskesmas Nanga Tebidah, Hendrikus Marten, menjelaskan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan kunjungan masyarakat ke puskesmas. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus aktif mendatangi warga untuk mendeteksi kasus sejak dini.
“Kami melakukan deteksi dini dengan memberdayakan kader kesehatan di desa. Mereka sangat membantu karena paling dekat dengan masyarakat,” ujar Hendrikus Marten di Pendopo Bupati Sintang, Selasa 11 November 2025 kemarin.
Pada bulan sebelumnya, tim puskesmas melaksanakan screening TBC di Desa Merahau. Petugas turun langsung ke lapangan dan mengumpulkan warga yang mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, nafsu makan menurun, atau tubuh tampak lemas. Mereka diarahkan berkumpul di fasilitas kesehatan desa seperti polindes untuk proses pengambilan sampel dahak.
“Masyarakat kami minta mengumpulkan dahak sesuai prosedur, lalu petugas membawa sampelnya ke puskesmas untuk diperiksa,” jelasnya.
Layanan di jaringan pustu dan polindes juga terus dioptimalkan. Setiap petugas sudah dibekali kemampuan untuk membuat sediaan dahak, melakukan pengecatan, dan menyiapkan sampel untuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas. Cara ini dinilai lebih cepat dan efektif untuk menemukan kasus secara tepat waktu.
“Pasien yang bergejala bisa langsung dibuatkan sediaan di pustu atau polindes. Ini sangat membantu karena kalau hanya menunggu masyarakat datang sendiri, biasanya sudah terlambat,” kata Hendrikus Marten.
Ia menegaskan bahwa strategi jemput bola akan terus ditingkatkan agar tidak ada masyarakat yang terlambat mendapatkan penanganan. Menurutnya, TBC bisa ditangani dengan baik jika ditemukan lebih awal dan pasien mematuhi pengobatan.
“Harapan saya, masyarakat semakin peka dan tidak takut memeriksakan diri ketika ada gejala. Kami siap membantu,” ujarnya.






