SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- UPTD Puskesmas Nanga Tebidah kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih banyak ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Sintang. Pengobatan TBC membutuhkan proses yang panjang, sehingga deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan lebih luas.
Kepala UPTD Puskesmas Nanga Tebidah, Hendrikus Marten, menjelaskan bahwa pengobatan TBC tidak dapat selesai dalam waktu singkat. Proses terapi membutuhkan komitmen dan kedisiplinan pasien agar bisa tuntas sesuai standar.
“Untuk pengobatan TBC waktunya memang lama, minimal enam bulan. Kalau tidak tuntas bisa diperpanjang sampai sembilan bulan, bahkan pada kasus tertentu harus ditambah pengobatan suntikan selama satu bulan,” ujar Hendrikus Marten di pendopo Bupati Sintang belum lama ini
Ia menyampaikan bahwa TBC adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, pendidikan, pekerjaan, atau status ekonomi. Setiap orang memiliki risiko yang sama, termasuk tenaga kesehatan yang sehari-hari berada di fasilitas layanan. Hal ini menjadi alasan mengapa masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi kesehatan keluarga di rumah.
Dia mengimbau warga agar memperhatikan gejala yang sering muncul pada penderita TBC seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, nafsu makan turun, keringat malam, atau demam tanpa penyebab yang jelas.
“Kalau menemukan keluarga yang punya gejala seperti itu, mohon segera diarahkan untuk memeriksakan diri ke pustu, polindes, atau puskesmas,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa semakin cepat pemeriksaan dilakukan, semakin cepat pula pengobatan bisa dimulai. Hal ini penting untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga lain, terutama anak-anak dan lansia yang lebih rentan.
“Kalau hasil pemeriksaan ternyata positif, pengobatan bisa langsung dilakukan supaya tidak menular ke orang lain,” jelas Hendrikus.
Menurutnya, langkah terbaik saat ini adalah memastikan kasus ditemukan sedini mungkin dan pasien mendapatkan pengobatan sampai selesai. Ia berharap masyarakat tidak menunda pemeriksaan jika ada gejala yang mencurigakan.
“Harapan saya, warga tidak ragu memeriksakan diri karena itu langkah yang paling efektif untuk menghentikan penularan,” pungkasnya.





