SINTANG-KALBAR, (MKR):Direktur Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang dr. Rosa Trifina mengatakan, di minggu ke-tiga bulan September ini Pasien dengan gangguan pernapasan yang di ditangani RSUD Sintang mengalami peningkatan.
Dikatakannya, untuk Pasien ISPA usia anak-anak yakni, di minggu kedua bulan Semptember berjumlah 9 pasien, Sementara diminggu ke-tiga ini, mengalami penambahan 2 Pasien.
“Jadi sekarang pasien ISPA usia anak-anak yakni berjumlah 11 pasien,” katanya.
Ia menjelaskan, dari 11 pasien tersebut, sebagian dilakukan rawat jalan, dan sebagiannya ada yang dirawat inap,”saat ini, ada 2 pasien anak yang dirawat inap,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk penanganan pasien ISPA, pihak rumah sakit memberikan pelayanan sesuai dengan program kesehatan yang ada.
“Jika pasien dianggap kurang mampu, maka kita berikan pelayanan Jaminan Kesehatan Darah, (Jamkesda), dengan pelayanan kelas tiga, selain Jamkesda, kita juga melayani pasien BPJS,” jelasnya
Ia menjelaskan, ada beberapa jenis penyakit ISPA yang diakibatkan oleh pencemaran udara seperti kabut asap ini, “ada ISPA Murni, Penomonia, dan Asma. Kabut asap yang terjadi saat ini, memang bisa memicu terjadinya ke tiga hal itu,” katanya.
Guna menjaga kesehatan di musim kemarau yang disertai kabut asap seperti yang dirasakan sekarang, Rosa mengimbau kepada masyarakat, khususnya anak-anak untuk menjaga pola hidup sehat dengan pola komsumsi 4 sehat 5 sempurna.
“Kemudian banyak minum air putih, dan mengkonsumsi buah dan sayuran, serta menambah daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi Vitamin. Terus gunakan one masker, ini penting untuk memfilter udara yang kurang sehat,” katanya.
Sementara satu diantara pasien ISPA yang dirawat di Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang, Safira (5) bulan, saat ditemui, Selasa (15/9), kemarin dia tampak rewel di digendong oleh ibunya, saat di dekati, Safira menangis.
Jeritan tangis bayi berusia 5 bulan tersebut, membuat rasa tak tega melihatnya, bagaimana tidak, dengan usianya itu, Safira sudah dipasangi selang infus guna mendapatkan perawatan medis, lantaran terkena ISPA yang disebabkan kabut asap yang menyelimuti wilayah sintang.
Tina, yang merupakan Ibu Safira menceritakan, bahwa anaknya tersebut sudah 5 hari dirawat inap. Dikatakannya, putrinya itu mengalami gangguan pernafasan.
“Gejala awalnya, seperti asma. Dan banyak dahak yang kluar dari mulut dan hidung, kejadiannya tiba-tiba saja,” katanya saat ditemui di ruangan rawat inap Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang
Saat ditanyai apakah sebelumnya pernah seperti itu, Tina mengatakan selama ini putrinya itu tidak pernah menglami penyakit seperti itu.
“Penyakit seperti asama ini, baru di rasakannya (Safira) yakni semenjak kabut asap ini,” ujarnya. (mo)
Pemkab Sintang Targetkan 20 Pukesmas Dijadikan Pukesmas Rawat Inap
SINTANG-KALBAR, (MKR):Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh baru-baru ini.
“Puskesmas di Sintang ada 20. Rencananya 20 puskesmas tersebut akan menjadi puskesmas rawat inap,” katanya beru-baru ini
Saat ini kata dia baru enam puskesmas yang statusnya rawat inap. Puskesmas tersebut masing-masing Puskesmas Serawai, Puskesmas Merakai, Puskesmas Nanga Mau, Puskesmas Senaning, Puskesmas Tebidah, Puskesmas Sepauk.
Sementara untuk tiga Puskesmas masing-masing Puskemas Mensiku, Puskesmas Pandan dan PuskesmasKetungau Hilir juga sedang dipersiapkan menjadi puskesmas rawat inap.
“Dengan ditingkatnya sejumlah puskesmas menjadi puskesmas rawat inap diharapkan dapat mempermudah pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Sinto.
Sementara untuk tenaga kesehatan sendiri kata dia tidak ada masalah. Masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang telah memiliki dokter. Bahkan hampir semua puskesmas memiliki dua dokter.
“semua puskemas sudah punya dokter. Bahkan sejumlah puskemas memiliki dua dokter,” ujarnya.
Lebih lanjut mantan Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang ini menilai, perubahan status Puskesmas menjadi Puskemas rawat inap dinilai mendesak. Pasalnya jarak antara satu daerah dengan daerah lain sangat berjauhan.
“Jika sudah ada puskesmas rawat inap masyarakat yang bisa segera ditangani dipuskemas rawap inap,” imbuhnya.(mo)





