SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang kembali meninjau progres pembangunan Rumah Betang Tampun Juah yang berolaksi di Desa Jerora, Kecamatan Sintang, Selasa (16/08/2016).

Rombongan komisi B wakil rakyat ini dipimpin langsung ketua komisi Harjono dan diikuti 12 anggotanya, diantaranya, Hikman Sudirman, Hardoyo, Heri Jambri, Liyus, Markus Jembari, Kelibuk, Romeo, Kusnadi, Mainar Puspa Sari, Hamsyah Sopian, Abdurrazak, dan Julian Sahri.
“ini peninjauan kita yang kedua kalinya, dan dua orang dari 15 anggota kita tidak bisa hadir karena ada kegiatan,”terang Ketua komisi B, Harjono.

Dikatakannya peninjauan kali ini untuk melihat secara fisik sejauh mana perkembangan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah yang hingga saat ini progres pengerjaan telah menelan dana hingga Rp 4,6 Miliar.
Harjono juga menerangkan, hasil konsultasi pihaknya dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) , tindak lanjut pembangunan rumah betang tampun juah akan kembali dianggarkan pada tahun 2017mendatang sebesar Rp 11 Miliar..
“ tahun 2016 ini tidak ada dan kita juga tidak tahu apa alasannya”, imbuhnya.
Pihaknya berharap, Pemkab Sintang dapat sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah ini,.
“intinya kami sebagai wakil rakyat di DPRD Sintang siap mengawal dan mensuport Pemkab dalam menyelesaikan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah ini. Karena Rumah Betang ini sudah lama kita dambakan khususnya masyarakat Dayak, oleh sebab itu pembangunan ini akan kita kawal sampai selesai, pungkas Harjono.
Sementara itu, Agus selaku PPK mengatakan terkait dengan tidak dianggarkan dana pada tahun 2016 untuk kelanjutan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah, dirinya juga mengetahui alasannya secara pasti.
“dulu pernah dengar kalau tahun 2016 akan dianggarkan Rp 6 Miliar, namun kenyataannya dananya kosong, jelasnya.
Lanjut Agus, pembangunan Rumah Betang Tampun Juah yang memiliki 14 bilik/petak ini hingga finising masih memerlukan dana kurang lebih Rp 15 Miliar lagi, “itu sudah termasuk dengan penataan taman. Namun kalau untuk penyelesaian gedung sekitar Rp 9 Miliar ,” pungkasnya. (mo)







