Kerusakan Infrastruktur Jalan Juga Terjadi Di Pedalaman

ilustrasi jalan berlumpur

SINTANG-KALBAR, (MKR): Kerusakan infrastruktur jalan di kabupaten Sintang bukan hanya terjadi di dalam kota, di sejumlah wilayah pedalaman juga mengalami hal yang sama. Jalan dan jembatan yang menghubungkan antar wilayah kondisinya semakin memperihatinkan.

Seperti jalan yang menghubungkan antara Desa Perembang dan Desa Nobal. Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilo Meter ini kondisinya semakin rusak. Terlebih arus lalulintas kendaraan roda empat maupun roda enam setiap harinya melintasi jalanan tersebut.

Terlebih jalan tersebut saat ini menjadi jalan utama yang digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil panen kelapa sawit milik petani.

“Kalau sudah hujan, jalan jadi sang

at becek dan berlumpur, motor saja susah lewat,” kata Sarlani warga setempat ketika ditemui wartawan, Kamis (18/6).

Kerusakan jalan kata Sarlani sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Janji pemerintah akan melakukan perbaikan sepertinya hanya tinggal janji. “Katanya dulu akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang tidak ada perbaikan,” imbuhnya.

Padahal, kata dia, jalan yang menghubungkan Desa Nobal adalah jalan satu-satunya yang digunakan masyarakat untuk pergi ke Kota Sintang. “Tidak ada jalan lain, kalaupun ada jauh, harus mutar melewati desa lain jika ingin ke Sintang,” tukasnya.

Keluhan kerusakan jalan bukan hanya disampaikan Sarlani, Rudi warga binjai juga mengeluhkan kondisi infrastruktur yang berada diwilayahnya. Lumpur dan tanah liat masih menjadi pemandangan sepanjang jalan Sintang-Binjai. “Beginilah kalau musim hujan. Jalan selalu berlumpur,” kata Rudi.

Rudi sangat berharap diakhir kepemimpinan Milton Crosby Bupati Sintang periode 2010-1015 ini dapat meminimalisir kerusakan jalan. Terutama jalan-jalan yang menghubungkan antar kecamatan.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan infrastruktur yang ada. Ini sudah masa akhir kepemimpinan Milton, Jalan harus diperbaiki,” pungkasnya. (mo)

No More Posts Available.

No more pages to load.