SINTANG, www.mediakapuasraya.com]- Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Kapuas Raya. Dukungan tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Kapuas Raya yang digelar di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu, 13 Desember 2025.
Seminar tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak se-Kalimantan Barat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, akademisi, serta tokoh masyarakat dari wilayah calon Provinsi Kapuas Raya.
Ria Norsan mengaku bahagia dapat hadir dan membuka kembali ruang perjuangan pembentukan Provinsi Kapuas Raya yang sempat terhenti. Menurutnya, luas wilayah Kalimantan Barat menjadi alasan kuat perlunya pemekaran daerah.
“Saya bahagia hadir di sini untuk memulai kembali perjuangan Provinsi Kapuas Raya. Kalimantan Barat ini sangat luas, terdiri dari 12 kabupaten, dua kota, 99 kecamatan, 174 kelurahan, dan 2.046 desa, dengan luas wilayah sekitar 147 ribu kilometer persegi serta garis batas negara sepanjang 924 kilometer. Kalbar menjadi provinsi terluas ketiga di Indonesia, sehingga wajar jika dimekarkan,” ujar Ria Norsan.
Ia berharap pembentukan Provinsi Kapuas Raya dapat terwujud saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat. Bahkan, ia menyebut telah menandatangani persetujuan penganggaran bersama Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan nyata.
“Saya bersama Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat sudah menandatangani persetujuan penganggaran untuk Provinsi Kapuas Raya. Saya juga memohon kepada Bapak Daud Yordan selaku anggota DPD RI agar dapat menyampaikan usulan Provinsi Kapuas Raya kepada Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Ria Norsan juga menyinggung adanya moratorium pembentukan daerah otonomi baru yang menjadi salah satu kendala utama. Meski demikian, ia menilai peluang tetap terbuka jika didukung dengan kajian akademis yang kuat dan meyakinkan.
“Memang saat ini ada moratorium DOB oleh pemerintah pusat. Namun Papua bisa menambah empat provinsi baru karena status otonomi khusus. Saya berharap seminar ini menghasilkan kajian akademis yang mantap dan bisa menjadi bahan kuat untuk diperjuangkan,” tambahnya.
Menurut Ria Norsan, jika Provinsi Kapuas Raya terbentuk, pembangunan di Kalimantan Barat akan lebih terarah dan merata. Provinsi induk akan fokus pada wilayah pesisir, sementara Kapuas Raya akan mendorong percepatan pembangunan wilayah pedalaman.
“Nanti kalau Provinsi Kapuas Raya terbentuk, Kalimantan Barat fokus wilayah pantai dan Kapuas Raya fokus wilayah pedalaman. Pembangunan akan lebih cepat, merata, dan berkembang. Saya tidak lagi mendukung 100 persen, tetapi mendukung 1.000 persen pembentukan Provinsi Kapuas Raya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ria Norsan mengajak seluruh pihak untuk tetap kompak dan menyelesaikan setiap hambatan melalui dialog yang baik.
“Mudah-mudahan usaha kita dikabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita sama-sama berjuang dan tetap kompak. Apa pun hambatan selama ini, silakan dibahas bersama agar perjuangan ini tidak sia-sia,” tutup Ria Norsan.





