Dinkes Sintang Ingatkan Besarnya Dampak TBC bagi Penderita dan Keluarga

oleh
Edy Harmaini

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih ditemukan di berbagai wilayah. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial, ekonomi, hingga psikologis penderitanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, menyampaikan bahwa TBC dapat meninggalkan kerusakan permanen pada tubuh bila tidak ditangani dengan baik. Ia menjelaskan bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena perkembangan kuman TBC dapat mempengaruhi banyak organ.

“Dampak TBC itu sangat luas. Ada yang paru-parunya rusak sampai menyebabkan sesak napas terus-menerus walaupun sudah sembuh,” ujar Edy di pendopo Bupati Sintang belum lama ini

Ia mengatakan beberapa pasien juga mengalami penurunan berat badan drastis, nafsu makan turun, serta tubuh mudah lelah. Gejala lain seperti demam dan keringat malam dapat mengganggu waktu istirahat sehingga membuat daya tahan tubuh semakin melemah. Tidak sedikit pasien mengalami batuk berkepanjangan, berdahak, bahkan berdarah. Selain menyerang paru, kuman TBC bisa menyebar ke tulang, ginjal, otak, atau kelenjar getah bening yang menimbulkan masalah kesehatan lebih serius.

“Kalau kuman sudah menyebar ke organ lain, kondisinya bisa semakin berat,” kata Edy.

Edy juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi yang kerap dialami penderita. Banyak pasien mengalami penurunan produktivitas di tempat kerja atau sekolah karena mudah lelah dan sering sakit. Di sisi lain, masih ada masyarakat yang memberikan stigma negatif sehingga pasien merasa dijauhi.

“Kadang ada yang malu dan merasa minder karena lingkungan belum sepenuhnya memahami TBC,” ujar Edy.

Selain itu, keluarga turut merasakan dampaknya. Risiko penularan menjadi tinggi jika pasien tidak disiplin minum obat atau tidak menjaga etika batuk. Situasi ini dapat memperberat beban ekonomi keluarga akibat meningkatnya biaya transportasi untuk berobat serta berkurangnya pendapatan. Edy menegaskan pentingnya dukungan keluarga agar pasien bisa menjalani pengobatan sampai tuntas.

“Harapan saya, masyarakat semakin peduli dan mau membantu keluarga yang sedang menjalani pengobatan TBC,” ujar Edy.

No More Posts Available.

No more pages to load.