SINTANG-KALBAR, (MKR): Detasemen Polisi Militer (Denpom) XII/I Sintang gelar operasi ketertiban di ruas Jalan PKP Mujahidin dan sekitarnya, Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan disiplin anggota militer dan penyalahgunaan atribut TNI oleh masyarakat sipil serta disiplin Militer.
Sejumlah anggota anggota Detasemen Polisi Militer diterjunkan dalam razia tersebut di sejumlah titik di Kota Sintang,Jumat (10/9) pagi .
Razia yang digelar di Bundaran BI itu, petugas menghentikan seluruh anggota TNI-AD, dan kendaraan sipil yang menggunakan atribut TNI. Baik dari arah timur maupun barat.
Komandan Denpom XII/I Sintang, Letkol Cpm Agus Subur Mudjiono,SH.M.AP menerangkan, giat kali ini merupakan bagian dari
operasi rutin dengan sandi Ops Gabtib Waspada Wira Mandau tahun 2015. Ini digelar secara rutin untuk meningkatkan ketertiban dan disiplin anggota TNI, khususnya anggota satuan Angkatan Darat. Sasaran operasi untuk anggota militer meliputi ketertiban mereka dalam mematuhi aturan berkendara, semisal kelengkapan surat ijin mengemudi dan sebagainya.
“Sepanjang tahun operasi kita lakukan di seluruh wilayah Sintang. Jadwal dan wilayah operasi kita acak agar informasi tak bocor,” katanya.
Selain anggota militer, masyarakat sipil yang memakai atribut militer juga menjadi sasaran penertiban. Menurutnya, saat ini banyak masyarakat sipil yang memakai atribut TNI, semisal pakaian TNI hingga stiker. Padahal atribut TNI hanya boleh dikenakan oleh anggota TNI saja. Pihaknya mempersilahkan jika masyarakat menggunakan atribut militer, asal camo atau corak lorengnya bukan camo TNI.
” Kalau pakaian militer dari negara lain kita tak berhak sebab belum ada aturannya. Tapi kalau pakaian dengan corak TNI ya kita tindak,” kata Subur.
Sementara untuk pemakaian stiker beratribut TNI, sebut Subur, sudah ada surat Keputusan dari panglima TNI untuk pelarangan pemasangan stiker beratribut TNI di kendaraan sipil. Jangankan masyarakat sipil, anggota TNI pun dilarang memasang stiker TNI di kendaraan priobadi mereka. Ada kekhawatiran, jika atribut TNI dipakai masyarakat sipil, akan muncul stigma negatif dari masyarakat jika atribut tersebut disalahgunakan.
“Kita ikut bangga jika masyarakat bangga memakai atribut TNI. Tapi bila atribut TNI digunakan masyarakat sipil untuk hal negatif atau bahkan tindak pidana, nanti masyarakat berpandangan yang melakukan itu adalah anggota TNI,” ujarnya.
Komandan Detasemen Polisi Militer,XII/I Sintang yang sudah satu tahun setengah bertugas di Kabupaten Sintang, mengatakan, anggota TNI mulai taat dan tertib.
“Ya harapan bisa seperti ini prajurit TNI taat dan tertib dalam berkendara baik surat jalan,rajia yang kita lakukan belum ada anggota yang terjaring,”Ungkapnya.
Dikatakanya lagi , tujuan razia dalam rangka operasi rutin dengan sandi Ops Gaktib Waspada Wira Mandau tahun 2015. ” Ya operasi rutin dalam tidak ditemukan pelanggaran anggota TNI dan harapan kedepan tidak ada lagi anggota yang bandel,”kata Subur. (mo)





