SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait ketersediaan bahan bakar minyak, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi mengatakan antrian panjang tersebut lebih dipengaruhi oleh kekhawatiran masyarakat yang berlebihan atau panic buying, bukan karena kelangkaan stok.
“Antrian ini salah satunya dipengaruhi isu panic buying. Masyarakat khawatir sehingga membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Padahal dari sisi stok sebenarnya masih aman,” kata Subendi, Selasa 17 Maret 2026 kemarin.
Ia menjelaskan bahwa memang terdapat pengurangan kuota untuk BBM subsidi maupun elpiji, namun jumlahnya tidak signifikan dan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Memang ada pengurangan kuota, baik BBM maupun elpiji. Namun tidak banyak dan kondisi pasokan masih mencukupi. Dari informasi Pertamina, untuk Kalimantan Barat termasuk Sintang masih dalam kondisi aman,” ujarnya.
Subendi menambahkan bahwa pihak Pertamina juga telah melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran distribusi. Penyaluran bahan bakar tetap berjalan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Pertamina sudah melakukan mitigasi. Penyaluran tetap berjalan lancar, bahkan ada tambahan pasokan untuk kondisi tertentu agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Selain BBM, ketersediaan elpiji juga dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan terdapat tambahan pasokan untuk menghadapi kebutuhan selama bulan Ramadan.
“Untuk elpiji, kita mendapat tambahan sekitar 40.000 tabung dari Pertamina selama Ramadan. Ini untuk menjaga ketersediaan di masyarakat,” katanya.
Ia mengakui harga di tingkat pengecer terkadang lebih tinggi, namun harga di pangkalan resmi masih dapat dikendalikan sesuai ketentuan.
“Harga di pangkalan masih bisa kita kendalikan. Memang di pengecer ada yang lebih tinggi karena mekanisme pasar, tetapi kami terus berupaya melakukan pengawasan,” ujarnya.
Subendi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak membeli kebutuhan secara berlebihan. Ia memastikan stok bahan bakar maupun kebutuhan pokok di Kabupaten Sintang masih dalam kondisi aman.
“Kami berharap masyarakat tidak panik buying. Stok BBM, elpiji, dan sembako masih aman. Tidak perlu membeli berlebihan karena pasokan tetap tersedia,” pungkasnya.




