Polres Sintang Cek Ketersediaan Oksigen Untuk Pasien Covid-19

Tabung Oksigen di Toko Bintang Tehnik SIntang

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-  Personel Polsekta Sintang Kota mengecek ketersediaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 menindaklanjuti informasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah lokasi rumah sakit guna mengantisipasi kecurangan oleh oknum seperti penimbunan.

“Tadi kami mengecek di Toko Bintang Teknik Gas Suplier tabung gas di Kecamatan Sintang yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Kapuas Kanan Hulu,” ujar Kapolsek Sintang Kota IPTU Sutikno melalui Ps Kanit Reskrim Aipda Winarto.

Ia pun menjelaskan, Toko Bintang Teknik merupakan salah satu Distributor tabung gas oksigen yang melakukan distribusi tabung gas ke beberapa Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Sintang.

“Toko Bintang Tehnik selalu suplier memproduksi sekitar maksimal 120 tabung oksigen perhari dan tiap rumah sakit mendapat rata-rata 40 sampai 50 tabung oksigen tiap rumah sakit sesuai kebutuhan dan tempat produksinya berada di Kab. Sintang, dan menurut keterangan Adre karyawan Toko Bintang Teknik bahwa tabung Oksigen telah kosong sejak 1 bulan yang lalu dan tidak ada pasokan tabung oksigen hingga sekarang,” kata Winarto.

Kapolsek Sintang Kota IPTU Sutikno menambahkan, pihak akan terus memantau ketersedian tabung oksigen di wilayah Kecamatan Sintang lantaran tabung oksigen mejadi hal yang menjadi prioritas dalam penanganan pasien covid-19.

“Kami bersama instansi-instansi terkait akan terus memantau ketersedian tabung oksigen di Kota Sintang, jangan sampai terjadi kecurangan oleh oknum seperti penimbunan,” ujar Sutikno.

Sebelumnya Direktur Rumah Sakit Ade M Joen Sintang dr Rossa Trifina mengatakan stok tabung oksigen di Rumah Sakit Ade M Joen Sintang sudah menipis. Pasokan yang ada saat ini hanya mampu bertahan dua hari saja.

“Padahal diperlukan sedikitnya 110 tabung oksigen perhari untuk pasien covid-19 dan pasien lainya,” uajr Rosa. Kamis 22 Juli 2021.

Ia menyatakan kondisi kekurangan Oksigen memang selalu dikhawatirkan namun kebutuhan oksigen ini didatangkan dari Pontianak sehingga sulit mengatasinya karena tidak ada alternatif lain.

“ Dengan 36 pasien saja kita perlu 110 tabung, dengan kondisi saat ini kita prioritaskan pasien yang ada di ICU dulu, pasien yang sudah dapat dilatih bernafas kita akan maksimalkan fungsi pernapasanya,” katanya.

Rosa tak mengetahui persis penyebab kelangkaan oksigen. Namun informasi yang dia terima, kejadian ini bukan hanya di RSUD Sintang, tapi se-Kalbar. “Menurut informasi katanya memang bahan bakunya, kemudian suplay masuk ke kalbar terhambat, dan itu berlaku se kalbar, dan rata-rata di rumah sakit lain mengalami kesulitan penyediaan oksigen,” ungkap Rosa.

 

__Terbit pada
23/07/2021
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya