Pada tahun 1839 – 1842 dan 1856 – 1860, bangsa Inggris mengirim opium dalam jumlah besar ke rakyat Cina. Dalam pertempuran kemudian, Cina kalah dalam perang ini. Perang ini yang disebut perang candu. Sehingga Perjanjian Nanjing dan Perjanjian Tianjin ditandatangani. Akibat perang ini, Hong Kong diserahkan kepada Britania Raya. Begitulah, untuk menghancurkan kekuatan rakyat Cina.
Pengiriman narkoba dari luar negeri ke Indonesia merupakan salah satu bentuk perang dan upaya melumpuhkan generasi muda kita. Demikian disampaikan Wakil Bupati Sintang Drs. Ignasius Juan, MM saat menjadi narasumber dalam program Halo Bupati yang dilaksanaan mulai pukul 09.00-10.00 di Pro 1 RRI Sintang di frekuensi 102,5 FM pada Kamis, 12 Februari 2015.
“untuk itu kita menyatakan perang terhadap narkoba ini. Sebenarnya dalam hal penegakan hukum sudah cukup tegas apalagi dengan adanya eksekusi mati bagi gembong narkoba yang sudah dan akan dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia. Harapan kita itu bisa memberikan efek jera bagi siapa saja, untuk kemudian bisa menurunkan kasus narkoba” tambah Bupati Sintang.
Awet Sandi dari Komunitas Pemuda Anti Narkoba (KPAN) menyampaikan perlu adanya peran serta seluruh masyarakat termasuk pemuda dalam memberantas peredaran narkoba.
“Narkoba adalah ancaman. Maka kaum muda harus bersatu melawan ancaman tersebut” ajak Awet Sandi.
Selama satu jam dialog interaktif di RRI Sintang, ada banyak pendengar RRI Sintang yang menelpon dan berdialog dengan Wakil Bupati Sintang.
“Peredaran narkoba sudah sangat terstruktur sehingga, sehingga semua harus bersatu melawan narkoba. Revolusi mental untuk melawan narkoba dan menghilangkan narkoba di muka bumi” jelas Bering salah satu pendengar RRI Sintang.
Ricardo dari Kecamatan Sepauk menyampaikan perlunya pencegahan narkoba dari keluarga. Sementara Afen di Tempunak Hulu menyampaikan dukungan penuh untuk pemberantasan narkoba di Kabupaten Sintang.
Menangggapi para penelpon, Wabup menyampaikan kunci pemberantasan narkoba di Kabupaten Sintang adalah membangun keluarga yang baik dan penanaman nilai-nilai agama. “Ada banyak keluarga yang orangtua yang sibuk semua dan anak-anak dititipkan kepada pembantu sehingga sifat, karakter dan pergaulannya tidak terkontrol sebagai salah satu awal terjerumusnya anak-anak ke dalam narkoba” jelas Wabup.
“Maka kalau keluarga kita baik, anak-anak mampu kita awasi dan kontrol, maka pergaulannya kita batasi serta penanaman nilai agama yang baik, maka narkoba akan jauh dari anak-anak kita” harap wabup.
Wabup Sintang: Keluarga Kunci Pemberantasan Narkoba





