SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pemerintah Kabupaten Sintang resmi menetapkan tema dan logo Hari Jadi Kota Sintang ke-664 tahun 2026 dengan mengangkat slogan “Sintang Kota Bersama” yang memiliki makna Bersatu, Asri dan Maju.
Tema tersebut ditegaskan sebagai simbol komitmen menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman etnis dan budaya yang hidup di Kabupaten Sintang.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Sintang, Supriyanto mengatakan slogan tersebut menegaskan bahwa Sintang merupakan milik seluruh golongan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Slogan ini merupakan hal utama yang menegaskan bahwa Sintang adalah milik semua golongan, tempat di mana perbedaan dirayakan sebagai kekuatan,” ujar Supriyanto, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan kata “Bersatu” mencerminkan tekad menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Sintang.
Sementara kata “Asri” menggambarkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Sedangkan kata “Maju” dimaknai sebagai visi pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan infrastruktur demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya tema, Pemkab Sintang juga menyisipkan filosofi keberagaman dalam desain logo Hari Jadi Kota Sintang ke-664.
Menurut Supriyanto, angka 6 pertama berwarna merah melambangkan keberanian dan semangat masyarakat Sintang menjaga warisan leluhur. Di dalamnya terdapat aksen lampion merah dan pola geometris yang merepresentasikan kontribusi etnis Tionghoa dalam sejarah perdagangan dan kehidupan sosial di Sintang.
Sementara angka 6 kedua berwarna kuning membentuk siluet Burung Enggang yang menjadi simbol masyarakat Dayak.
“Enggang adalah simbol kesetiaan, keagungan dan kearifan lokal masyarakat Dayak,” jelasnya.
Sedangkan angka 4 berwarna hijau membentuk siluet daun dengan aksen motif Melayu yang menggambarkan kekayaan alam Sintang serta pertumbuhan dan keberlanjutan lingkungan.
Tak hanya itu, tulisan “Sintang” berwarna biru juga memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan identitas geografis daerah.
“Biru juga identik dengan air, yang mana ada pertemuan dua sungai besar yakni Sungai Kapuas dan Melawi,” tutup Supriyanto.






