SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pemerintah Kabupaten Sintang membagikan 3.000 masker kepada masyarakat menyusul kondisi asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang semakin pekat. Bupati Sintang Bala turun langsung membagikan masker kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Lima Sintang, Jumat, 4 September 2026 sore.
Bala didampingi anggota Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Sintang Rosa Trifina, serta sejumlah pejabat lainnya. Mereka mendatangi warga yang sedang menunggu lampu lalu lintas di depan Pos Polantas Simpang Lima dan membagikan masker.
Menurut Bala, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla. Namun, ia mengakui jumlah masker yang dibagikan tidak sebanding dengan jumlah penduduk Sintang.
“Hanya saja, jumlah masker yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Sintang tentu tidak seberapa. Tetapi lebih pada pesan kepedulian dan saya berharap agar himbauan dan pesan kepada masyarakat soal risiko kesehatan akibat asap yang semakin pekat,” kata Bala.
Kepala Dinas Kesehatan Sintang Rosa Trifina mengatakan 3.000 masker dibagikan secara serentak di tiga lokasi, yakni kawasan Tugu Jam, Tugu Beji dan Simpang Lima.
Selain pembagian masker, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah titik layanan kesehatan untuk masyarakat yang mengalami gangguan akibat asap.
Rosa mengatakan posko karhutla telah dibuka di BPBD Sintang, Pos Polantas Simpang Lima serta tiga puskesmas di dalam kota. Posko tersebut ditujukan untuk memudahkan warga memperoleh pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan, termasuk sesak napas.
“Kami juga sudah membuka posko karhutla di BPBD Sintang, Pos Polantas Simpang Lima, 3 Puskesmas yang ada di dalam kota. Ini untuk memudahkan masyarakat yang mengalami masalah akibat asap karhutla untuk mendapatkan pelayanan kesehatan seperti sesak napas,” terang Rosa.
Bala mengatakan pembagian masker tidak akan menyelesaikan persoalan jika hanya dilakukan sesekali. Karena itu, ia meminta pesan mengenai bahaya asap karhutla terus disampaikan kepada masyarakat, termasuk anak sekolah.
“Pembagian masker hanya mampu sekali atau dua kali. Tetapi dengan pesan dan himbauan kepada masyarakat dan anak sekolah, jangkauan bisa lebih luas. Inilah bentuk kepedulian kita kepada masyarakat,” ujar Bala.







