Pasien Suspek Rabies Meninggal di RSUD Sintang

oleh
dr. Samperiono

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ade Mohammad Djoen Sintang dengan dugaan rabies meninggal dunia pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Pasien tersebut merupakan seorang perempuan berinisial P, warga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang, dr. Samperiono mengatakan pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Ade Mohammad Djoen Sintang dengan inisial P dinyatakan meninggal pada pukul 19.00 tanggal 3 Maret 2026 dengan penyebab kematian suspek rabies,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah pasien tidak mendapatkan penanganan khusus. Jenazah kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga ke daerah asalnya.

“Terhadap jenazah tidak ada penanganan khusus dan jenazah sudah dibawa pulang ke tempat asalnya,” katanya.

Sebelumnya, pasien P dirawat di RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang sejak 28 Februari 2026. Kondisi pasien saat datang ke rumah sakit sudah cukup berat sehingga harus mendapatkan penanganan intensif di ruang ICU.

Sebelum dirujuk ke rumah sakit, pasien diketahui sempat mengalami gigitan anjing beberapa minggu sebelumnya. Namun setelah kejadian tersebut, pasien tidak segera mendapatkan suntikan vaksin anti rabies.

“Pasien sempat digigit anjing, tetapi tidak langsung diberikan vaksin anti rabies. Saat datang ke rumah sakit, kondisinya sudah menunjukkan gejala klinis rabies,” jelasnya.

Selama menjalani perawatan di ruang ICU, kondisi pasien terus memburuk. Pasien mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada rabies seperti kram otot, tubuh kaku serta mulut mengeluarkan busa.

Tim medis di RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang telah berupaya memberikan penanganan maksimal selama pasien menjalani perawatan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies, terutama anjing.

Ia mengingatkan masyarakat agar segera melakukan pertolongan pertama jika mengalami gigitan hewan penular rabies.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci luka gigitan menggunakan sabun dan air mengalir selama 10 sampai 15 menit. Setelah itu segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, hingga 4 Maret 2026 tercatat sudah ada 196 kasus gigitan hewan penular rabies di daerah tersebut. Jumlah ini hampir mencapai 200 kasus dan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.