Dorong Investor Perkebunan Ramah Lingkungan

Saat meresmikan Pabrik Crude Palm Oil (CPO) Milik PT. Buana Hijau Abadi yang berada pada naungan Group Triputra Agro Persada di Desa Maung Kecamatan Ketungau Hilir pada Selasa, 3 Februari 2015, Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si mengingatkan kepada seluruh investor perkebunan sawit di Kabupaten Sintang termasuk PT Buana Hijau Abadi, agar menerapkan konsep berwawasan lingkungan hidup melalui 3R yaitu reduce, reuse dan recyle secara berkelanjutan. reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah atau limbah. reuse berarti menggunakan kembali sampah atau limbah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. sedangkan recycle berarti mengolah kembali atau daur ulang sampah atau limbah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
bahasa sederhannya, PT. Buana Hijau Abadi memiliki kewajiban menjaga agar tidak terjadinya pencemaran lingkungan. kedepankan sikap kehati-hatian terkait pengelolaan limbah. mesikpun didukung sistem pengolahan modern, tidak menutup kemungkinan potensi kekeliruan pengelolan limbah terjadi sehingga melahirkan hal-hal yang tidak diinginkan. akibatnya akan memicu resistensi di masyarakat sekitar pabrik. sekali lagi saya minta hal ini harus benar-benar menjadi perhatian pihak perusahaan.
Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami mengingkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan tingginya permintaan atas Crude Palm Oil (CPO) sebagai sumber minyak nabati dan penyediaan untuk biofuel. Namun industri pengolahan kelapa sawit merupakan industri yang yang sarat dengan residu hasil pengolahan.
Jika tidak dilakukan pengolahan secara secara baik dan profesional, maka limbah industri merupakan sebuah potensi bencana bagi manusia maupun lingkungan. Konsep pengelolaan limbah sawit dilakukan dengan strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu, dan diterapkan secara terus menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu hingga hilir yang terkait dengan proses produksi, produk, dan jasa untuk meningkatkan efesiensi pemakaian sumberdaya alam, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya. Limbah indsutri kelapa sawit terdiri dari limbah cair, padat, dan gas.
Limbah cair dimanfaatkan untuk produksi biogas, pakan ternak, bahan pembuat sabun, serta pembuatan biodiesel, dan air sisanya dapat digunakan untuk pengairan bila telah memenuhi standar baku mutu lingkungan. Sementara limbah padat dapat dimanfaatkan untuk produksi kompos, bahan pulp untuk pembuatan kertas, pembuatan sabun dan media budidaya jamur, sumber energi, pembuatan berikat arang aktif, bahan campuran pembuatan keramik, serta pakan ternak ruminansia.
Sementara Sutedjo Halim Managing Director for Trading & Downstream Group Triputra Agro Persada menyampaikan limbah yang dihasilkan dari Pabrik Kelapa Sawit yang dibangun ini akan dikelola dengan baik. “Sawit adalah buah yang luarbiasa, karena semua bagian memiliki manfaat hampir tidak ada yang terbuang” jelas Sutejo Halim.

No More Posts Available.

No more pages to load.