Dalam melaksanakan pembangunan daerah, kita sangat membutuhkan peran investasi swasta. dengan keunggulan di bidang modal dan teknologi, investasi swasta dapat menutupi kekurangan pemerintah daerah dalam membiaya penyelenggaraan pembangunan daerah. investasi swasta akan menjadi mitra pemerintah daerah dalam mengolah potensi daerah sehingga dapat dikonversi menjadi sumber daya produktif yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Sintang saat meresmikan Pabrik Kelapa Sawit PT. Buana Hijau Abadi Triputra Agro Persada di Desa Maung, 3 Februari 2015.
“Terkait dengan acara peresmian pabrik pengolahan sawit pada hari ini, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan dibangunnya pabrik pengolahan CPO ini. tentunya keberadaan pabrik CPO ini dapat menambah gairah pembangunan daerah di Kabupaten Sintang, terutama terkait dengan pencapaian agenda mewujudkan masyarakat Kabupaten Sintang yang produktif. apalagi pergeseran industri hulu ke industri hilir di perkebnan sawit ini akan membawa daya ungkin yang sangat signifikan bagi kemajuan daerah Kabupaten Sintang” harap Bupati Sintang.
Sutedjo Halim Managing Director for Trading & Downstream Group Triputra Agro Persada menyampaikan bahwa PT Hijau Buana Abadi beroperasi di Ketungau Hulu, Ketungau Tengah dan Ketungau Hilir. Kebehasilan kami dalam membangun kebun ini berkat kerjasama. “kami berharap ada asas manfaat dari pembangunan kebun dan pabrik kelapa sawit ini. Khususnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, Pendapatan Asli Daerah, pajak, dan perekonomian Kabupaten Sintang secara umum” jelas Sutejo Halim.
“Kami juga memiliki program CSR seperti membuka akses transportasi, perbaikan jalan dan jembatan sepanjang 126 KM, dan pembukaan jalan baru sepanjang 222 KM, rumah ibadah, sekolah, WC, kegiatan olahraga, kerohanian, kegiatan sosial, membangun 6 koperasi. Kami ingin menjadi perusahaan perkebunan yang ramah lingkungan dan sustainable” tambah Sutejo Halim.
Board of Commisioner (BoC) Group Triputra Agro Persada Toddy M. Sugoto menjelaskan bahwa pabrik ini memiliki kapasitas 60 ton perjam bisa ditambah kapasitas sampai 75 ton per jam. PT Buana Hijau Abadi mulai operasi tahun 2008. Mulai menanam tahun 2010. Dan tahun2013 mulai bangun pabrik.
“Masyarakat memiliki andil yang sangat besar atas terbangunnya perkebunan dan pabrik ini. Kami ingin memiliki perkebunan terbaik di dunia. Komitmen yang tinggi kami berikan kepada dunia, negara dan masyarakat dengan mengikuti ISPO. CSR juga menjadi bagian penting perusahaan kami bekerjasama dengan banyak pihak” jelas Toddy M. Sugoto.
“Pabrik Kelapa Sawit ini merupakan pabrik pertama di Kalbar. Ini bentuk keseriusan TAP Group. Kami juga akan segera bangun pabrik di Ketungau Hulu” tambah Toddy M. Sugoto.
Peresmian sendiri ditandai dengan penandatanganan prasasti, penekanan tombol sirine, penandatanganan Memorandum of Agreement pemeliharaan jalan Ketungau Hulu sampai Ketungau Hilir sepanjang 126 KM. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang juga menggunting pita saat akan memasuki kompleks pabrik. Bupati Sintang diberikan kesempatan menarik tuas dimulainya operasional pengolahan buah sawit. Rombongan Bupati Sintang juga meninjau beberapa lokasi pabrik. (RILIS HUMAS)
Bupati Resmikan Pabrik CPO PT BHA Di Ketungau Hilir






