Konflik Investasi Meningkat, Bupati Sintang Diselesaikan dengan Musyawarah

Konflik Investasi Meningkat, Bupati Sintang Diselesaikan dengan Musyawarah

Sintang-www.mediakapuasraya.com-Konflik antara masyarakat dan perusahaan sawit di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terus bermunculan. Baru-baru ini gabungan petani plasma mendatangi kantor DPRD. Kedatangan mereka untuk mengadukan keluh kesahnya kepada wakil rakyat terhadap keberadaan perkebunan sawit yang berinvestasi di Kabupaten Sintang, Kalbar.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang bermitra dengan masyarakat melalui kebun plasma dianggap petani banyak merugikan. Belum lagi, soal pengelolaan kebun plasma yang dinilai tidak sesuai dengan MoU.

Bukan itu saja, gabungan petani plasma di Kecamatan Sungai Tebelian juga mengajukan 17 tuntutan kepada pihak PT Julong. Terbaru, seorang warga di Kecamatan Ketungau Hulu, Sintang, melaporkan PT Permata Lestari Jaya ke Polres Sintang atas dugaan penyerobotan lahan.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan harga sawit mahal membuat keinginan masyarakat untuk memiliki sawit sangat tinggi saat ini. Sehingga konflik antara masyarakat dengan investasi perkebunan terjadi dimana-mana.

“Kalau ada masalah, lakukan musyawarah dengan baik. bicarakan dengan baik, carikan solusi. Pasti bisa. Saya minta masyarakat juga bersabar. Musyawarah yang baik,” kata Jarot belum lama ini.

Menurut Jarot, tingginya harga buah sawit menjadi berkah buat petani. Ketika ada konflik antara masyarakat dengan perusahaan, Jarot berharap dikomunikasikan dengan baik, dicari solusinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

“Harga sawit yang tinggi merupakan anugerah buat kita. Saat ini harga TBS Rp. 3.300. Luar biasa. Sehingga memampukan masyarakat. Kalau ada konflik, bicarakan dengan baik. carikan solusinya, saya tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Jarot.

Jarot mengungkapkan, semua investasi perkebunan pasti ada masalah, namun semua ada jalan keluarnya.

“Lakukan mediasi dengan baik. Dengan adanya investor yang membangun jalan kebun, masyarakat bisa ke mana-mana karena ada jalan dari desa ke desa,” katanya.

 

 

__Terbit pada
08/04/2022
__Kategori
Sintang