Aturan Cara Membuka Lahan Pertanian Harus Disosialisasikan Secara Masif

Kepala DPMPD Sintang, Herkulanus Roni

SINTANG [www.mediakapuasraya.com] – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Herkulanus Roni mengatakan tata cara membuka lahan pertanian tanpa bakar dan membakar sampai saat ini masih menjadi masalah. Maka daritu payung hukum yang melindungi kegiatan berladang perlu disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

“kita bercita-cita masyarakat menggunakan pertanian modern, namun faktanya susah. Mereka membakar ladang juga untuk mengganti pupuk. Sampai sekarang belum ada solusi lain yang bisa membantu,” ujarnya saat mengikuti pelaksanaan Coffee Morning Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang pada Jumat, 23 Juli 2021 di Langkau Kita Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang.

Ia mengatakan membuka ladang dengan cara membakar sudah menjadi kearifan lokal masyarakat yang terus diwariskan hingga sekarang. Sebelum memulia membakar ladang masyarakat sudah membersihakan batas pada semua sisi ladang agar saat pembakaran tidak mengenai lahan lainnya.

“Saat ini Kabupaten Sintang juga sudah ada Perda  Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Sintang dan Perda Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pengakuan dan Perlindungan Kelembagaan Adat dan Masyarakat Hukum Adat. regulasi ini untuk memayungi masyarakat kita, yang juga sesuai dengan aturan yang diatas seperti undang-undang dan peraturan pemerintah.” terang Herkulanus Roni

Roni mengatakan  Pertanian modern memerlukan pembiayaan besar dan pengetahuan masyarakat.  Semua OPD juga harus bekerja keras memainkan perannya sesuai tupoksi OPD dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa.

“Membakar ladang sebenarnya bukan kemauan untuk membakar ladangnya, tetapi keinginan untuk membuat pupuk alami yang tidak memerlukan biaya. Kalau kita melakukan sosialisasi dengan masif, maka akan mengurangi beban aparat hukum. Kearifan lokal seperti gotong royong saat akan bakar ladang, memberi tahu pemerintah desa, dan membuat sekat api penting dilakukan peladang,” terang Herkulanus Roni.

Roni berharap kasus diskriminalisasi perladang tidak kembali terjadi.  “maka upaya pencegahan dini harus kita lakukan yakni mengedukasi mereka tentang tata cara membuka lahan yang diatur pemerintahm,” pungkasnya.

 

 

__Terbit pada
24/07/2021
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya