Permohonan Pesta Pernikahan Meningkat  Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Kepala BPBD Sintang, Bernard Saragih

SINTANG [ www.mediakapuasraya.com]- Di tengah situasi meningkatnya kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang justru dipusingkan dengan semakin banyaknya surat permohonan izin melangsungkan resepsi pernikahan yang melibatkan banyak orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPBD Sintang, Bernard Saragih saat konferensi pers di Command Center Kantor Bupati Sintang terkait dengan meningkatnya jumlah kasus positif covid-19 mingguan di Kabupaten Sintang pada Jum’at  26 Maret 2021.

“ketika kasus Covid-19 Sintang sedang meningkat. Semakin banyak juga pengajuan resepsi pernikahan, bahkan undanganya melebihi 800 orang,” terangnya.

“Terkait permohonan itu, kami lakukan evaluasi terus. Kami juga memberikan rekomendasi protokol kesehatan untuk pernikahan agar dipatuhi oleh masyarakat. Namun implentasi di lapangan malah sangsoti,” terangnya.

Bernard menjelaskan salah satu contoh saat Satgas memberikan saran agar resepsi pernikahan menggunakan nasi kotak. Tetapi di lapangan malah tetap menggunakan sistem prasmanan.

“Padahal, tujuan pakai nasi kotak agar tidak berkerumunan dan bisa langsung pulang usai hadir undangan. Kalau pakai prasmanan, ketika mengambil makanan malah lebih banyak mengobrol. Bahkan tanpa masker. Jadi ada kemungkinan terjadinya droplet,” terangnya.

Bernard menyampaikan dengan adanya kondisi tersebut, ia meminta masyarakat Kabupaten Sintang memahami tugas Satgas Covid-19.

“Kita bukanlah menghalangi semua kegiatan. Tapi, untuk menjaga kesehatan masyarakat secara umum. Kalau masyarakat sehat, kita juga semakin senang. Sehingga Sintang bisa kembali zona kuning. Bahkan kalau bisa zona hijau,” tegasnya.

Bernard menjelaskan bahwa mulai banyaknya perpindahan pertemuan-pertemuan di Kabupaten lain, kemudian di pusatkan ke Sintang

“Ketika kami selidiki, alasan mereka menggelar pertemuan di Sintang karena Sintang ada kelonggaran untuk penegakan disiplin. Sehingga kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan teman-teman Kapolisian agar intensif lagi penegakan disiplin. Di sini kita ingin bilang, Sintang tidak longgar. Dan itu diakui oleh pengelola hotel,” terangnya.

Bernard juga menyampaikan banyaknya kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilakukan tatap muka. Selain itu, kepala OPD juga sudah diminta agar tidak menugaskan stafnya agar mengikuti kegiatan-kegiatan di luar Kabupaten Sintang. Terutama untuk pergi ke daerah-daerah yang sangat rawan penyebaran Covid-19.

“Hari ini, kami sesuai perintah Bu Sekda membuat surat edaran pada seluruh pimpinan OPD agar tidak lagi melakukan pertemuan tatap muka. Sampai ada petunjuk dari Satgas Covid-19. Jadi, kegiatan disarankan secara virtual, bisa melalui zoom meeting,” tegasnya.

__Terbit pada
26/03/2021
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya