Petani Milenial Diharapkan Berdayakan Lahan Replanting Sawit

Ketua KTNA Sintang, Inosensius

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sintang, Inosensius mendorong petani milenial dapat memanfaatkan lahan replanting perkebunan sawit untuk kegiatan bercocok tanam. Menurutnya sangat disayangkan bila lahan tersebut tidak dimanfaatkan.

“kita harapan petani milenial juga dapat mengoptimalkan lahan replanting sawit seperti untuk menamam tanaman hortikultura misalnya semangka,” kata Ino saat di kebun edukasi petani millenial sintang (Kompas) Jl Sintang-Pontianak Km 22 Kecamatan Sungai Tebelian pada Selasa, 9 Februari 2021.

Ino mengatakan kementerian pertanian mendengungkan untuk fokus pada ketahanan pangan. Ketahanan pangan itu berarti itulah yang harus direspon oleh kelompok millenial. Mereka adalah garda depan ketahanan pangan indonesia. Kelompok milenial pegiat petanian berada dimana mana serta kemampuannya pun tidak diragukan , hanya  saja untuk mengorganisir dirinya yang belom.

“Untuk mengorganisir dirinya serta untuk mereka bisa tumbuh dengan kreatifitasnya dan segala macam itu. Maka mereka salah satunya adalah dengan mengembangkan petani millenial  seperti kompas yang ada di sintang ini,” kata Ino.

Didalam kebun edukasi ini juga nantinya KTNA akan memfasilitasi dengan mendatangkan seorang yang ahli dibidangnya untuk membantu membina teman-teman petani millenial. “Kedepan nya KTNA harus memfokuskan kepada petani-petani millenial ini untuk tumbuh dengan kelompok-kelompoknya tadi,” terang Ino.

Ino sangat mengapresasi kehadiran petani milenial di Kabupaten Sintang. Mereka telah berhasil melaksanakan kegiatan bercocok tanam. Semakin banyak pengembangan sektor pertanian dan perkebunan didaerah akan meningkatkan ketahanan pangan.

“di Sintang sudah ada kompas, kedepannya juga ditempat-tempat lain ada juga kompas-kompas seperti yang ada di Kabupaten Sintang ini,” tandasnya.

Ketua KOMPAS, Zulkarnaen Jais
Ketua KOMPAS, Zulkarnaen Jais

Milenial Jangan Gensi Jadi Petani

Ketua Kelompok Petani Milenial Sintang (KOMPAS) Zullkarnaen Jais menyambut baik masukan dari Ketua KTNA Kabupaten Sintang. Petani milenial Sintang sudah mulai memanfaatkan area lahan replanting sawit.

“itu disebut tanaman tumpang sari, kami sudah mengembangkannya di Sintang. Kami menanam semangka diatas lahan replanting sawit  dan sudah membuahkan hasil. Kedepannya akan terus kami kembangkan,” kata Zul.

Zul mengatakan kaum milenial jangan gengsi menjadi seorang petani. Karena pekerjaan tersebut bila dilakukan dengan baik pasti menghasilkan. Hal tersebut sudah terbukti banyak kaum milenial yang berhasil di sektor pertanian.

“menjadi petani buka pekerjaan yang rendahan, justru petanilah pahlawan ketahanan pangan kita, banyak generasi muda kita yang berhasil dan hidup sejahtera dengan menjadi seorang petani,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, bahwa potesi petani milenial terhadap kelapa sawit sangat luar biasa. Petani milenial punya peluang besar kedepannya karena pemerintah sendiri mencanangkan di tahun 2045 menjadi lumbung pangan dunia. Merutnya pengembangan sektor perkebunan sawit termasuk bagian dari ketahanan pangan. Pasalnya sawit menghasilkan buah yang kemudian diolah menghasilkan crop palm oil dan turunannya.

“seperti menghasilkan minyak yang dapat kita konsumsi.  Kemudian dapat  juga  dapat diolah menjadi kosmetik, menjadi biodiesel juga dan lain-lain. Jadi peluang ini sangat luar biasa ketika ketahanan pangan kita terjaga otomatis kita akan bisa menjadi lambung pangan dunia di tahun 2045,” terangnya.

Dia menerangkan ketahanan pangan tidak hanya berada pada pada perkebunan tetapi juga pada peternakan kan perikananan. Kompas siap bersinergi dengan pemerintah, maupun dengan pihak perusahaan.

“kita akan terus berkembang , sekarang petani milenial Kabupaten Sintang baru terbentuk 1 yaitu di desa kunai Kecamatan Sungai tebelian nanti juga akan kita bentuk pada tingkat kecamatan di Sintang ini,” pungkasnya. (mo)

__Terbit pada
10/02/2021
__Kategori
Nasional, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.