Jeffray Menyayangkan Kasus yang Menimpa Dunia Pendidikan Sintang

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-  Berbagai permasalahan menghampiri dunia pendidikan Kabupaten Sintang beberapa hari belakangan ini,hingga menjadi sorotan publik.

Contohnya, baru-baru ini viral di Media Sosial (Medsos) video bullying yang menimpa pelajar SMA Sintang. Bahkan diduga pelaku bullying tersebut tak lain dilakukan oleh kakak kelas korban.

Tak hanya itu, ada juga kasus bunuh diri yang membuat heboh dunia pendidikan di Bumi Senentang. Pelajar asal Kabupaten Sintang tersebut nekat mengakhiri nyawanya sendiri, diduga karena masalah asmara.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward mengatakan, kasus-kasus yang menimpa pelajar ini patut menjadi perhatian, agar ke depan hal seperti ini tak terjadi lagi.

“Tentu kita sangat menyayangkan sekali hal-hal seperti itu menimpa pelajar kita di sini. Maka dari itu, saya berhara pelajar bisa diawasi secara ketat, baik oleh orangtua murid maupun guru di sekolah,” ujar Jeffray ditemui usai menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-5 tahun 2019, di Halaman Mapolres Sintang, Selasa (22/10/2019), kemarin.

Permasalahan psikologis siswa, kata Jeffray harus diperhatikan benar. Bukan hanya sekadar bagimana dia belajar menuntut ilmu, tapi perkembangan psikologis dia dalam masa pertumbuhan harus dipantau.

“Mereka ini (pelajar) makin hari makin dewasa, tentu juga akan datang masa puber dan segalam macam hal. Bisa saja karena itu, pengerauh emosional mereka tidak terkendali. Makanya pengawasan orangtua dan guru sangat penting bagi mereka,” terangnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga meminta, apabila mengetahui anak-anak ada masalah yang sedang mereka hadapi, apa pun itu, cepat didampingi dan diberikan masukan kepada yang bersanguktan.”Jangan dibiarkan, karena dalam kondisi seperti itulah mereka butuh pendampingan,” terangnya.

Selain itu, politisi muda ini juga meminta, di sekolah-sekolah lebih menguatkan pendidikan karakter siswa. Hal itu, tentu untuk mengantisipasi agar ke depan kejadian seperti ini tak terulang kembali.

“Pendidikan karakter siswa di sekolah pasti sudah ada, namun kita harapkan lebih di tingkatkan lagi. Mari kita sama-sama memajukan dunia pendidikan kita, bukan malah sebaliknya,” pungkas Jeffray. (Mo)

Timot Timot

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top