Nikodemus: Narkoba Masalah Besar yang Dihadapi Bangsa Indonesia

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-  Berdasarkan hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukan, sekitar 2,3 juta pelajar dan mahasiswa di Indonesi pernah mengkonsumsi narkoba.

Hal tersebut mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyt Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus. Ia menilai, bahwa narkoba merupakan salah satu masalah besar bangsa Indonesia saat ini.

“Ada beberapa faktor yang menjadi masalah besar di Indonesia saat ini, seperti terorisme, korupsi dan narkoba. Tentu ini menjadi perhatian berbagai pihak. Bagaimana cara memberantas hingga ke akar-akarnya,” ujar Nikodemus, Kamis (17/10/2019) kemarin.

Khusus masalah narkoba, katanya, kalau tidak cepat diatasi bisa menghancurkan generasi penerus bangsa, sebab narkoba saat ini sudah masuk diberbagai kalangan, termasuk pelajar sebagai generasi penerus bangsa. “Untuk memberantasnya semua pihak harus turut andil, karena tidak bisa kita hanya berharap dari aparat keamanan saja, semua elemen harus terlibat,” terangnya.

Terutama dari lingkungan keluarga. Bagaimana caranya orang-orang terdekat di lingkungan keluarga bisa mengkampanyekan gerakan anti narkoba. Pembinaan agama yang kuat dan hal-hal positif lainnya. “Kalau dari pembinaan keluarga dan agama sudah kuat, saya yakin anak-anak kita tidak akan terjebak belenggu narkoba ini,” jelasnya.

Media kata Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini juga harus membantu dalam memberantas narkoba ini, seperti menyebarkan berita-berita terkait bahayanya narkoba ini dan apa dampak ke depan kalau sudah berurusan dengan narkoba.“Jadi pada intinya semua harus andil dalam pemberantasan narkoba ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukan, sekitar 2,3 juta pelajar dan mahasiswa di Indonesi pernah mengkonsumsi narkoba. Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Derah Pemerintah Kabupaten Sintang, Zulkarnaen saat mewakili Bupati Sintang membuka Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sintang  Nomor 4  Tahun 2019, pada Kamis (17/10/2019).

“Angka tersebut menjadi peringatan, bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif saja, tetapi harus lebih agresif lagi. Khususnya bagi generasi yang terlahir  pada era millennium,” ujar Zulkarnaen.

Narkoba ini, lanjutnya dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Bahkan dapat melemahkan ketahanan nasional dan mengahambat jalannnya pembangunan. “Dampak bahaya dan korban dari penyalahgunaan narkoba dari tahun ketahun juga cenderung meningkat. Bahkan sudah sangat meresahkan. Perkembangannya sudah sangat membahayakan generasi muda kita,” katanya.

Penggunaan narkoba ini tidak hanya pada tataran masyarakat tertentu saja, tetapi sudah merambah ke semua strata dan profesi, diantaranya oknum pejabat, oknum ASN, oknum TNI/Polri, kalangan usahawan, mahasiswa, pemuda, pelajar dan bahkan ibu rumah tangga. (Mo)

Timot Timot

Related posts

Top