Sebanyak 44 Mahasiswa UMP Kelas Sintang Lakukan KKU, Dilepas Bupati Sintang

Sebanyak 44 Mahasiswa UMP Kelas Sintang Lakukan KKU di Kabupaten Sintang, Dilepas Bupati Sintang

Sintang-www.mediakapuasraya.com-Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno melepas mahasiswa kuliah kerja usaha (KKU) Universitas Muhammadiyah Kampus Sintang yang di laksanakan di Aula Kampus Muhammadiyah Sintang Jalan Akcaya 2 Kelurahan Alai pada hari Selasa 30 Juli 2019.

Bupati Sintang dalam sambutannya menyampaikan bahwa suatu negara atau daerah tidak lepas dari peran mahasiswa yang aktif dan inovatif serta mampu membuat suatu perubahan dalam proses pembentukan sumber daya manusia dan pembangunan. “Perguruan tinggi itu ialah pengawal moralitas dan intelektualitas bangsa, utamanya daerah kita akan tetapi sebagai pengawal, jika tidak pernah turun kelapangan dan tidak melihat lingkungan sekitar bisa di sebut “menara gading”melihat dari tempat dan tidak berbuat apa- apa” terang Bupati Sintang.

“Sebagai mahasiwa” jika hanya di bangku kuliah saja akan asing dengan kehidupan. Apa guna pendidikan kalau hanya membuat kita terasing dengan kehidupan. Dharma bakti kita ada berbagai macam, baik penelitian dari berbagai sumber daya alam maupun menciptakan keahlian bagi masyarakat desa” terang Bupati Sintang.

“saya melihat  UMPK Kelas Sintang sudah maju pesat, dan semakin tahun semakin meningkat dan yang tertarik terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah Pontianak Kelas Sintang ini. Program pengabdian kepada masyarakat atau KKU ini adalah proses bekerja dan belajar bagi mahaiswa yang bukan hanya tehnik dan kesehatan masyarakat dan manajemen saja, akan tetapi semua prodi turun secara bersamaan” terang Bupati Sintang.

“konsep pertama adalah multi sektor supaya bisa mengkonsep situsasi di tempat kita melaksanakan KKU ini. Dengan begitu kita bisa menciptakan pemahaman dan penemuan baru yang mampu menciptakan inovasi baru bagi masyarakat yang mampu melihat semua aspek yang mampu kita ciptakan bagi masyarakat. Juga mampu menganalisis masalah yang ada di masyarakat dan selalu mamantau masalah atau kendala di desa dan mampu memberikan terobosan baru yang inovatif dan realistis. Mahasiswa harus mampu menciptakan kreasi baru bagi warga masyarakat yang ada dengan potensi potensi baru yang belum mampu di ekspose dari pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dengan adanya KKU ini. Kita harus mampu bergeser ke ekonomi kreatif melalui mahaiswa- mahasiswa yang bisa menciptakan produk-produk dari sumber pertanian yang ada di desa menjadi suatu yang lebih bernilai” terang Bupati Sintang.

H.Ahmad Sutarmin Ketua UMPK Sintang menjelaskan bahwa Universitas Muhammadyah Pontianak Kelas Sintang sudah tiga kali melakukan Kuliah Kerja Usaha di Kabupaten Sintang. “Nah, saat ini ada 44 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Usaha. Kami merasa tersanjung dan lebih bersemangat mengingat Bupati Sintang sangat mendukung pelaksanaan KKU bagi mahasiswa Muhammadiyah Kelas Sintang ini” terang Ahmad Sutarmin.

Sutarmin  menjelaskan bahwa peserta KKU ini termasuk Sintang dan Pontianak berjumlah 723 mahasiswa peserta. Yang mana di tempatkan di 4 kabupaten kota dan 45 dinas instansi karena kegiatan ini termasuk kegiatan magang juga yang dipilih oleh peserta dan khususnya di Kabupaten Sintang ini berjumlah  empat kelompok KKU yang terdiri dari tiga program studi yaitu program studi kesehatan masyarakat, program studi manejemen ekonomi dan teknik mesin. Yang selebihnya berada di Kubu Raya yaitu ada 23 kelompok KKU, Kabupaten Sanggau 6 kelompok KKU, dan Mempawah ada 30 kelompok.

“untuk Kabupaten Sintang kita memprogramkan untuk berada di Kecamatan Sepauk pada tahun ini, dan penyebarannya berada di 4 desa yakni Desa Nanga Sepauk, Desa Tanjung Ria, Desa Tanjung Hulu dan Desa Sungai Raya. Dari total 44 peserta ini terbagi lagi menjadi beberapa mahasiswa di suatu desa, ada yang 10 Orang mahasiswa atau lebih.  Saya berharap kepada mahasiswa yang melaksanakan KKU agar ilmu atau pengetahuan yang dimiliki mampu di terapkan oleh mahasiswa kepada masyarakat dan yang

terpenting lagi mahasiswa bisa melakukan kerjasama yang baik, dapat membantu sekaligus melaksanakan proses yang diinginkan masyarakat dan bersinergi melaksanakan pembangunan di desa melalui program yang akan kita terapkan dan yang telah kita sepakati dengan masyarakat desa” harap Ahmad Sutarmin.

mediakapuasraya

Top