Terry Ajak Masyarakat Dukung Pengembangan Wisata di Sintang

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim menilai kegiatan Festival Kelam tahun 2019 ini lebih baik dari tahun 2018 kemarin. Dia juga yakin Festival Kelam tahun 2020 nantinya lebih baik lagi.

“Kita sudah laksankan Festival Kelam dua tahun berturt turut dan Ini tahun kedua dilaksanakan Festival kelam, kalau saya lihat tahun ini lebih maju dari tahun kemarin. Tent tahun ketigalebih baik lagi , maka persipan harus lebih matang lagi.,” ucap Terry usai Pembukaan Kelam Tourism Festival 2019 di Desa Kebong Kecamatan kelam, Senin ( 8/07/2019).

Pihaknya kata dia sangat mendukung kegiatan ini,  apalagi kegiatan ini lebih mengarah pada budaya dan potensi wisata di Kabupate Sintang,” Ketika objek wisata ini maju maka PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita juga akan bertambah,” imbuhnya.

Terry kembali menegaskan bahwa, apapun upaya Pemerintah untuk mengembangakan potensi wisata di Kabupaten Sintang termasuk di Daerah kelam  ini pihaknya tetap akan dukung  sehingga Kabupaten Sintang tidak kalah dengan kabupaten lainnya di Kalimantan Barat.

Dikatakan Terry Obyek wisata Bukit Kelam tidak jauh dari kota Sintang. tempat wisata ini juga berdekatan dengan rumah betang Ensaid Panjang yang merupakan wisata budaya di Kabupaten Sintang. oleh karen itu Terry Berharap masyarakat sekita obyek wisata mendukung progam pengembangan potensi wisata oleh pemerintah. “apapun rencana pemerintah untuk mengembangan wisata di Sintang jangan kita ganggu supaya tidak terhambat,” pesannya.

Terry berharap kegiatan ekspos wisata dan budaya seperti Festival kelam ini kedepannya lebih meriah lagi. Dapat mengundangan semua kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. “ Kalau tahun ini baru mengundang kabupaten tetangga, tahun depan undang semua se kalimantan barat ini, sehingga nantinya ada pameran dari berbagai kabupaten yang kita fokuskan disini semua,’ Ucapnya.

Saat ini konsentrasi masyarakat tengah terbagi pada tiga even kabupaten Sintang yang dilaksanakan bersamaan seperti Festival Kelam, Gawai Dayak dan Pekan Raya Borneo. “ ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah Kabuaten Sintang bagai mana menata even agar tidak berlangung bersamaan, karena ini mengabatkan mastarakt terbagi. “ ujarnya.

Menurutnya Kegiatan Festival Kelam ini tidak dapat di sadingkan dengan kegiatan lainya. Sehingga konsentrasi masyarakat dan wisatawan fokus terhadap even budaya dan pariwisata tersebut. “ Rencana ini harus matang kedepannya, sehingga kegiatan Festival kelam ini kedepan dapat lebih maksimal.” Pungkasnya. (mo)

Timot Timot

Related posts

Top