Dewan Setuju Pengalokasian Dana Desa untuk Gawai Dayak

Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward. (Dok. Timot)

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Wakil Bupati Sintang Askiman, Menyarankan kepada Apartur desa supaya menyisihkan Dana Desa untuk melestarikan adat dan budaya lokal seperti kegiatan Gawai Dayak.  Askiman menilai hal tersebut perlu, agar masyarakat dapat mempertahankan kearifan lokal masyarakat setempat.

Askiman  mengatakan, bahwa pemerintah sangat senang karena dari tahun ke tahun semakin banyak orang yang kembali mengadakan gawai.

“Ini menandakan bahwa perhatian kita untuk melestarikan budaya itu masih tinggi. Oleh undang-undang desa, kita bisa menggunakan DD untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang ada itu,” ujarnya, saat menutup Gawai Dayak, di Dusun Sungai Ruai, Desa Tirta Karya, Kecamatan Ketungau Tengah, Kamis (04/07/2019).

Kalau bukan masyarakat dan kalau tidak sekarang, siapa lagi kata Askiman yang akan mengurus adat budaya leluhur ini, siapa lagi yang mau diharap. “Mereka yang sudah tua masih ingat adat istiadat, mumpung mereka masih ada, segeralah kita mengumpulkan lagi adat-adat kita ini,” pesannya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward setuju dengan sarat tersebut. Dengan begitu upaya untuk melestarikan budaya terus ada. “Kita setuju dan mendukung Dana desa bisa dialokasikan untuk dokumentasi adat budaya leluhur kita. Karena dengan begitu  kita dapat melestarikann budaya kearifan lokal kita, sehingga  tetap terjaga hingga ke anak cucu kita nanti,” ujarnya, Sabtu (06/07/2019).

Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini juga menilai, bahwa sudah sepantasnya masyarakat menjaga budaya leluhur. Apalagi di era yang modern ini, sudah banyak budaya-budaya luar yang masuk, sehingga dapat mengikis budaya leluhur kearifan lokal.

“Jangan sampai budaya leluhur kita ditelan oleh zaman, makanya kita harus perjuangan, salah satunya dengan rutin menggelar kegiatan budaya ini. Agar budaya kita dapat bersaing dan tetap terjaga hingga ke anak cucu kita kelak,” jelasnya.

Karena menurut Jeffray, budaya-budaya leluhur kearifan lokal ini juga sangat bernilai positif sekali bagi masyarakat, karena di dalamnya mengatur kehidupan sesama manusia, manusia dengan alam dan lain sebagainya. Maka dari itu perlu dipertahankan.

“Jadi pada intinya kita juga mendorong agar DD bisa juga dialokasikan untuk dokumentasi adat budaya leluhur kita, seperti Gawai Dayak dan lainnya. Semua itu kita harapkan agar budaya kita dapat dipertahankan sampai nantinya,” pungkasnya.  (mo)

Timot Timot

Related posts

Top