Daniel : Sistem Zonasi PPDB Pengaruhi Kebebasan Memilih Sekolah

Anggota DPRD Sintang, K Daniel Banai. TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tengah menempati peringkat pucak pembahasan di masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Sintang. Banyak masyarakat merasa keberatan dengan Sistem yang dikucurkan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Pasalnya kebijakan tersebut membatasi keinginan orang tua dan peserta didik melanjutkan pendidikan yang menjadi incarannya.

Tak hanya masyarakat, sejumlah wakil rakyat Sintang juga membahas sistem zonasi tersebut. Anggota DPRD Sintang Komisi C, Daniel Banai mengaku kerap mendengar keluhan terhadap kebijakan sistem zonasi PPDB ini.

“Masyarakat banyak membahas sistem zonasi ini, bahkan banjir di media sosial. Saya juga kerap mendengar masyarakat khusunya di pedalaman yang mengeluhkan sistem zonasi Penerimaan siswa baru. Para orang tua di daerah berkeinginan menyekolahkan anaknya di kota, karena mereka menilai sekolah di kota jauh lebih bagus.” ungkap Daniel, Sabtu (22/06/2019)

Dikataknya memamg benar,sistem zona memicu semua sekolah meningkatkan prestasi dalam artian agar setiap sekolah menyamakan standar mutu pendidikan, “namun pada wilayah atau tempat tertentu secara khusus di Kabupaten Sintang contohnya, sistem zonasi menjadi ketidak bebasan dalam memilih sekolah yang berdampak ke prestasi,” tukasnya.

Berangkat dari hal tersebut, Daniel menyatakan kebijakan sistem zonasi PPDB perlu dikaji kembali agak kedepannya dapat lebih baik. Ada yang merasa dirugikan dengan adanya kebijakan ini, namun Pemerintah pusat melalu Kemendikbud sudah mengintruksikan atau mewajibkan sekolah Negeri menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.

“Kami komisi C DPRD Sintang juga akan konsultasikan sistem zonasi ini ke Kemendikbud, sebagi bentuk pengawalan dari aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Meski begitu ada juga masyarakat yang mendukung kebijakan pemerintah pusat tersebut. Katno salah seorang warga Sintang memandang sistem zonasi  kebijakan yang sangat tepat. Dia menilai Kedepannya sistem zonasi akan berdampak pada pemerataan kualitas pada sekolah-sekolah di pedalaman. “ Sistem ini bagus agar sekolah kecil di kampung mendapat siswa yang cukup agar kelak berdampak penyebaran Guru PNS dan sarana prasarana merata ke sekolah sekolah di pedesaan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar mengatakan sistem zonasi  PPDB ini  yaitu 90 persen siswa yang dekat dengan sekolah, 5 persen untuk siswa yang berprestasi dan 5 persen siswa yang pindah tempat tinggal, itu pun setelah satu tahun pindahnya.

“Sistem ini sebenarnya langkah tepat yang diambil pemerintah. Salah satu contoh, sistem ini dapat menghindari siswa mengunakan kendaraan sendiri untuk pergi ke sekolah. Apalagi mereka belum cukup umur dan belum ada SIM,” pungkasnya. (mo)

Timot Timot

Related posts

Top