Dewan Sintang Minta PLN Edukasikan Instalasi Listrik Yang Aman

Anggota DPRD Sintang, Hermanto

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Musibah kebakaran menghanguskan delapan ruko di Pasar Inpres pada  Mingu (09/06/2019) kemarin. Kebakaran tersebut  diduga  kuat dipicu korsleting listrik.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten SintangYudius menyebut, hampir 60 persen musibah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, termasuk delapan ruko di Pasar Inpres yang kemarin ludes terbakar.

“itu berdasarkan hasil penelitian, sisanya dikarenakan human error dan lainnya,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, kata Di  sudah sembilan kali musibah kebakaran terjadi di Kabupaten Sintang. Jumlah ini, sudah termasuk kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran perumahan dan permukiman. “Kalau dihitung per ruko yang terbakar ya lumayan. Tapi belum seperti tahun lalu banyaknya,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sintang, Hermanto mengaku sangat prihating dengan musibah kebakaran yang kerap melanda pemukiman dan tempat usaha masyarakat. Terlebih musibah kebakaran di Kabupaten Sintang akhir-akhir ini yang didominasi korsleting arus listrik.  “Tahun 2019 ini saja sudah beberapa kali terjadi kebakaran di pemukiman warga, yang rata rata kebakaran itu dikarenakan korsleting arus listrik,” ujarnya.

Maka dari itu, Hermanto meminta PLN Sintang proaktif mensosialisasikan tentang Instalasi Listrik yang ideal di rumah-rumah warga. PLN harus memastikan instalasi listrik di rumah warga memenuhi standar  yang layak. “Kita harapkan PLN Sintang bisa mengecek kualitas kelistrikan rumah warga. karena hampir setiap kasus kebakaran disinyalir penyebabnya adalah korsleting listrik,” kata Hermanto.

Hal tersebut menurut Hermanto penting dilakukan supaya masyarakat mengerti sistem dan instalasi listrik yang baik di rumah masing-masing. “Kita harapkan dari PLN untuk lebih meningkatkan kepedulian tentang sistem kelistrikan di masyarakat,” imbaunya.

Dia menyebutkan musibah kebakaran dapat dipicu banyak hal, seperti korsleting arus listrik dan human error.  Hermanto tidak mau berpolemik tentang siapa yang bersalah terkait musibah kebakaran. Dirinya mengimbau agar masyarakat lebih peduli dengan sistem kelistrikan di rumahnya.

“Kalau ditanya siapa yang salah, itu masalah kompleks. Pengelola, penjual dan pengguna bisa juga salah,” ucapnya. (mo)

Timot Timot

Top