Dewan Sintang Minta Pemkab Tingkatkan Sosialisasi Stop BABS


SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Bupati Sintang Jarot Winarno belum lama ini menyebutkan masih banyak masyarakat Sintang terutama di pedalaman yang masih melakukan kebiasan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kebiasaan tersebut karena masyarakat belum meiliki jamban sehat. Sebetulnya Pemerintah Kabupaten Sintang kerap melalui penyuluh kesehatan mengedukasikan kepada warga masyarakat supaya membudayakan pola hidup sehat seperti tidak lagi BABS.
Masih tingginya budaya BABS ini dinilai Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Daniel Banai, bahwa upaya Pemkab Sintang selama ini belum sepenuhnya berhasil. Menurutnya Pemerintah Daerah perlu lebih gesit lagi mengkampanyekan stop BABS beserta dampaknya. Tak Hanya itu dia juga mengimbau agar Pemda juga mensosialisasikan jamban sehat kepada masyarakat.
“Bisa jadi BAB Sembarangan dikarenakan rumah tangga tidak punya jamban sehat. Maka dari itu dorongan agar masyarakat membudayakan Buang Air Besar pada tempatnya harus dibarengi dengan solusi seperti program jamban sehat untuk masyarakat. Pemda harus mensosialisasikan pembangunan jamban seperti yang digalakkan Kementerian Kesehatan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” ungkapnya.
Wakil Rakyat dari latar belakang medis ini mengatakan kebiasaan BAB sembarangan berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan. BAB sembarangan mengakibatkan lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan banyak penyakit. Dia menilai masalah sanitasi, jambanisasi, serta prilaku BAB sembarangan menjadi permasalahan serius yang harus dituntanskan.
“Ini masih menjadi PR kita bersama, maka dari itu, perlu disosialisakan kepada masyarakat pentingnya jamban sehat dalam keluarga agar tidak ada lagi buang air besar di sembarang tempat. Pemda melalui dinas terkait perlu ada program jemban sehat untuk warga, ” tuturnya.
Menurut legislator PKP Indonesia ini program pembuatan jamban untuk warga yang belum memiliki jamban sehat merupakan program sanitasi total berbasis masyarakat. “penyediaan sarana sanitasi jamban sehat (rbasis masyarakat itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk stop buang air besar (BAB) sembarangan,” pungkasnya. (mo)