Tuah Mangasih Imbau Orang Tua Ajarkan Anak Cinta Lingkungan Sejak Dini

Anggota Komisi C DPRD Sintang, Tuah Mangasih, ST,. M.Si. FOTO:TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Dewasa ini semakin hari semakin banyak permasalahan lingkungan yang harus dihadapi manusia. Mulai dari bencana alam sampai bencana yang muncul akibat kelalaian manusia sendiri. Tidak bisa dimungkiri bahwa seiring berkembangnya zaman, kemampuan manusia untuk memiliki sikap cinta lingkungan juga semakin berkurang.

Berangkat dari persoalan tersebut, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih mengimbau kepada orangtua supaya menanamkan kecintaan lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

“Orang tua harus mendidik anak supaya mencintai lingkungan sejak usia dini, karena mereka seperti kertas putih yang kosong dan tidak berisi. Jika sejak kecil mereka sudah diajari hal-hal yang baik, ketika tumbuh dewasa anak akan menjadi seseorang yang bermanfaat,” kata Tuah Mangasih.

Menurut Tuah dewasa ini manusia lebih mementingkan perkembangan teknologi dan kebudayaan modern, daripada berpikir tentang bagaimana cara mencegah banjir dan tanah longsor. Meskipun kelihatannya sepele, memiliki empati terhadap lingkungan sekitar merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap orang.

Wakil rakyat yang berhasil menyulap lahan perkebunannya menjadi destinasi wisata yang asri dan hijau ini mengimbau agar lingkungan yang sudah semakin terpuruk ini tidak menjadi musnah, sebagai orang tua, guru, dan orang dewasa,  berkewajiban untuk menjaga lingkungan ini supaya anak cucu nanti masih bisa melihat langit biru yang cerah dan hamparan hijau hutan yang indah.

“Jika sejak kecil kita sudah menanamkan sikap untuk berempati terhadap lingkungan sekitar, bukan tidak mungkin saat dewasa mereka akan turut serta dalam menyelamatkan lingkungan yang sebelumnya gagal diselamatkan karena kelalaian dan ketidakpedulian kita.Salah satu contohnya dengan membuang sampah di tempatnya. Kegiatan yang sepele akan tetapi kalau tidak diajarkan sejak dini akan berakibat tidak baik kedepannya,” tukasnya.

Saat ini memang membuang sampah tidak boleh sembarangan juga diedukasikan di sekolah mulai dari jenjang pendidikan yang paling bawah. Meski begitu edukasi di lingkungan kerluarga juga harus dilaksanakan supaya membuang sampah pada tempatnya menjadi budaya yang tertanam pada diri anak-anak.

“membiarkan anak membuang sampah sembarangan akan membuat mereka terbiasa bersikap tidak peduli. Akibatnya kebiasaan tersebut terbawa sampai dewasa dan memberi dampak buruk pada lingkungan. Selain membiasakan anak untuk tidak membuang sampah sembarangan, ajarkan juga pada mereka tentang akibat-akibat buruk jika mereka tetap membuang sampah di sembarang tempat,” pungkasnya. (Mo)

Timot Timot

Related posts

Top