Terry Apresiasi Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Menyimpan Senpi Rakitan

Anggota DPRD Sintang, Terry Ibrahim. FOTO: TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-  Kesadaran masyarakat akan bahayanya menyimpan senjata api (Senpi) rakitan, semakin hari semakin membaik. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya keinginan untuk menyerahkan Senpi itu ke aparat keamanan baik TNI mapun Polri.

Hal tersebut pula, mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim kepada yang telah sadar untuk menyerahkan senpi rakitannya tersebut tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Kesadaran masyarakat sudah mulai tinggi akan bahayanya menyimpan atau menggunakan senjata api rakitan. Karena masyarakat sudah diedukasikan untu tidak lagi menyimpan Senjata Api rakitan tanpa ijin yang sah. Tentu kita memberikan apresiasi akan hal itu,” ujarnya.

Dikatakan Terry, bahwa menggunakan senpi bagi masyarakat awam, selain membahayakan diri sendiri juga dapat membahayakan orang lain, dan tentunya juga melanggar aturan hukum yang ada. “Sudah sering kita dengar kejadian, bahwa senpi yang biasa digunakan masyarakat akhirnya berbuah malapetaka. Nah hal tersebut yang mesti harus dihindari. Makanya kita sangat berterimakasih sekali bagi masyarakat yang  mempunyai kesadaran tinggi untuk menyerahkan senpinya ke pihak TNI,” terangnya.

Ia juga mengimbau, bagi masyarakat yang masih memiliki Senpi rakitan, segera menyerahkannya ke pada pihak yang berwenang, agar terhindar dari bahaya yang bisa saja diakibatkan dari senpi tersebut, dan dengan begitu, pastinya masyarakat jadi akan turut aturan hukum yang berlaku.

“Kita tentu berharap, tak ada lagi masyarakat yang memiliki senpi rakitan, karena perbuatan tersebut sudah jelas melanggar hukum. Mari kita semua taat akan aturan hukum yang berlaku di NKRI,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Sintang di Perbatasan yang enggan namanya di publis, mengaku telah menyerahkan satu pucuk senjata api laras panjang jenis lantak kepada aparat TNI yang bertugas di desanya. Penyerahan itu ia lakukan berkat komunikasi sosial petugas dengan masyarakat. “Karena memang fungsinya juga sudah tidak ada lagi, dulu memang digunakan untuk berburu, tapi sudah lama sekali tidak dipakai. Setelah ada imbauan dan sosialisasi dari petugas Babinsa, senjata api saya serahkan,” ujarnya saat ditemui media ini. (mo)

Timot Timot

Related posts

Top