Cegah HIV/AIDS, Dewan Minta Masyarakat Hindari Prilaku Menyimpang

Anggota DPRD Sintang, K Daniel Banai. TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Berdasarkan data statistik, penderita HIV/Aids di Indonesia mencapai 640 ribu lebih kasus, namun yang terdata hanya 382 ribu kasus. Penderitanya didominasi oleh anak usia muda dengan dua kategori kelompok terbesar usia, yakni kelompok terbesar pertama dari usia 25-49 tahun sekitar 69 persen dan kelompok terbesar kedua adalah usia 20-24 tahun sekitar 10 persen.

Kalau ditotalkan, keduanya hampir mendekati angka 80 persen, dimana rata-rata penderita HIV/AIDS didominasi usia muda dilihat dari kedua ketegori usia tersebut.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, K Daniel Banai minta Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan cara penyebarannya kepada masyarakat.

“Sosialisasi ini perlu dilakukan agar masyarakat Sintang sadar dan tahu virus HIV/ AIDS sangat berbahaya dan masyarakat bisa melakukan usaha pencegahan agar tidak terkena virus itu,” baru-baru ini.

Menurut Wakil Rakyat dari latar belakang medis ini, membudayakan masyarakat untuk hidup Bersih dan sehat serta menghindari perilaku menyimpang perlu diedukasikan, dengan meningkatkan sosialisasinya kepada masyarakat dalam rangka untuk meminimalisir meningkatnya kasus HIV/AIDS dan penyakit degeneratif di Kabupaten Sintang.

“Jadi sosialisasi salah satu upaya yang harus dilakukan Dinas Kesehatan agar virus HIV/AIDS tidak menyebar ke masyarakat,” pintanya.

Perlu diketahui, HIV atau Human Immuno Deficiency Virus merupakan virus yang menyerang penurunan daya tahan tubuh. Sedangkan AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan berbagai gejala  penyakit sebagai akibat menurunnya sistem dan fungsi kekebalan tubuh oleh virus HIV.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, bahwa jumlah kasus penderita HIV/Aids di Indonesia ini diibaratkan seperti fenomena gunung es, sebab apabila berdasarkan data statistic, penderita HIV/Aids di Indonesia itu mencapai 640 ribu lebih kasus, namun yang terdata hanya 382 ribu kasus.

“Itulah yang disebut fenomena gunung es, sebab banyak yang tidak terdata,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa total penderita HIV/Aids di Kabupaten Sintang saat ini berjumlah 386 orang dengan tingkat angka kematian sekitar 13 persen lebih. Untuk itu, dirinya mengajak kepada para pemuda di Kabupaten Sintang bersama-sama mencegah diri agar menjauhi pergaulan bebas yang dapat merugikan diri sendiri hingga berujung menjadi penderita HIV/Aids.

“Masalah HIV/Aids ini juga masalah stigma jadi orang-orang kadang menjauh dari penderita karena tidak paham penularannya, sehingga inilah penting anak-anak muda ini hadir ikut penyuluhan agar mereka tahu nanti bagaimana mencegah bahkan membantu para penderita HIV/Aids biar bisa sembuh, jadi penderita itu tidak perlu kita jauhi, kita bantu dan beri support ke mereka untuk sembuh,” pungkasnya. (mo)

Timot Timot

Top